Tampilkan postingan dengan label Sketsa Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sketsa Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

Bingung mau di post apa ndak, kusut banget kata2nya....

apa yang ada dalam benakmu saat dihampiri oleh pengamen jalanan yang membawa sebuah botol air mineral berisi beberapa butir beras yang dijadikan sebagai alat musik?
yang berpenampilan kumuh dan dekil seperti anak yang tidak terurus
yang suara vokalnya nggak jelas dan menyanyikan lagu yang lebih enak untuk tidak didengarkan
yang menyodorkan kantong bekas kemasan permen berharap ada yang memberinya recehan

apa yang kamu lakukan jika berpapasan/bertemu dengan pengemis yang stay dipinggir-pinggir jalan raya atau ditempat umum dan kerumunan? atau yang berkeliling door to door mendatangi rumah-rumah orang
yang model dan jenisnya bermacam-macam namun punya misi yang sama (dari bocah ingusan sampai seorang tua jompo)
yang motif dan modusnya rupa-rupa namun tujuannya sama (sama-sama ingin mendapat uang)
ada yang sebagian tubuhnya cacat, ada yang tidak cacat namun penampilannya sangat memprihatinkan
atau ada yang mengikut sertakan anak dan keluarnganya dalam mencari nafkah
yang menengadahkan tangan, bersenjatakan kondisi yang memprihatinkan, dengan aksesoris sebuah kaleng atau wadah yang ingin diisi oleh para dermawan
yang menyodorkan tangan setelah mengucap salam dan merendahkan suaranya minta belas kasihan
lalu berkomat-kamit dalam gumam do'a jika diberi uang

apa yang ingin kamu katakan saat merasa harus memberi upah berupa uang kepada para tukang parkir jadi-jadian? yang membantu kita menyebrang jalan atau memundurkan kendaraan, 
apa yang kamu rasakan saat merasa berkewajiban memberi mereka uang padahal kamu tidak pernah meminta mereka untuk membantumu? 
sebaliknya, bukankah yang mereka lakukan itu bukan tanpa pamrih? tapi karna berharap mendapat imbalan
atau kamu memberinya upah hanya karna merasa "nggak enak" atau "nggak tega"
atau....mereka yang membantu memperbaiki jalan, dengan mengurug dan menutup jalanan rusak yang penuh lubang dengan pasir dan kerikil seadanya,
namun setelah itu mereka berderet dipinggir berharap diberikan imbalan

dari kasus-kasus diatas.....
apa yang biasanya kamu lakukan terhadap mereka?
pengamen misalnya...
apakah cepat-cepat memberi uang walaupun ngamennya belum selesai?
atau membiarkan mereka dan tidak melakukan apa-apa (dicuekin aja)?
menunggu sampai lagunya selesai dinyanyikan lalu kemudian memberi mereka uang recehan?
menyuruh mereka menyanyikan lagu lain yang mungkin bisa lebih enak didengar?
memalingkan wajah dan pura-pura tidak menyadari kehadirannya dan tidak perduli?
segera mengusirnya dari hadapan anda?
menolak permintaan mereka dengan sopan dengan mengatakan"maaf" sambil memberi isyarat dengan tangan?
memperhatikan setiap detail gerak-geriknya dan mengamati penampilannya dari atas sampai bawah?
berpikir keras sebelum mengambil keputusan, untuk memberi atau tidak,
dan terhadap peminta-minta/pengemis itu kamu selalu memberi uang, atau sebaliknya?
apa yang kamu lakukan dan katakan jika kamu tidak ingin memberinya?
atau tergantung kondisi kantong anda saat itu?
atau apa?

menurutmu mereka itu bagaimana? dan sebaiknya diperlakukan seperti apa?
menurutmu apakah mereka itu hanyalah para pemalas yang menggantungkan nasibnya pada pemberian dan belas kasihan orang? padahal sebenarnya mereka cukup mampu untuk bekerja dan tidak seharusnya menghinakan dirinya dengan meminta-minta,
apakah jika kita memberi mereka uang itu hanya karna kasihan atau memang orang-orang seperti itu layak untuk diapresasi? walaupun kebanyakan dari mereka tidak mempunyai skill yang memang bisa dijual?
atau memberi mereka uang hanya karna agar mereka cepat menyingkir dari hadapan kita karna dirasa mengganggu?

apakah jika kita memperlakukan mereka begitu, itu hanya akan membuat mereka ketagihan sehingga membuat mereke malas bekerja karna merasa apa yang mereka lakukan sudah cukup sebagai mata pencaharian?
tahukah kamu padahal mereka itu bisa saja mengumpulkan uang dengan jumlah yang besar dalam setiap harinya?
yang pendapatannya bisa melebihi gaji seorang pegawai kantoran
bahkan saat dilakukan observasi dan wawancara terhadap para pengemis dikota-kota besar, ada yang mengaku bisa mendapatkan satu juta dalam satu hari?
bagaimana setelah mengetahui kenyataan-kenyataan itu?
apa dan bagaimana?





Rabu, 05 Februari 2014

Fenomena Musim Hujan

Hal-hal yang biasa terjadi di musim hujan
  • Banjir dimana-mana (jakarta termasuk yang gak pernah absent),
  • Jemuran numpuk didalem rumah bergelantungan gak ada yang kering (sejauh mata memandang, pemandangan cuma pakean yang berseliweran),
  • Ganti baju tiga kali sehari,  alasannya untuk ngirit cucian dan gak ngebanyak-banyakin jemuran,
  • baju yang hampir tiap hari dipake saat musim hujan adalah jaket atau sweater (kebangetan kalo pake bikini)
  • baju-baju lama yang biasanya jarang banget disentuh terpaksa dipake karna dah keabisan baju,
  • Bangun tidur lebih siang dari biasanya dan tidur lebih awal dari biasanya (tapi selalu dapat pemakluman, kalo bukan musim hujan pasti dah diomelin),
  • Sering ngantuk dan pengennya  anget-angetan diatas tempat tidur dibawah selimut tebal,
  • Di musim hujan, intensitas ibu-ibu yang positif hamil biasanya meningkat tajam (entah apa penyebabnya)
  • Mandi yang biasanya 2 x sehari, saat musim hujan cukup sekali saja sehari,  itupun pake air hangat,
  • Air keran dikamar mandi atau di bak menjelma menjadi air kulkas,
  • Dalam sehari makan bisa sampe lima kali, belum termasuk ngemil (karna dingin bikin cepet laper booo)
  • Yang seneng ngopi, nyusu atau minum minuman hangat lainnya maka bisa 3 x lipat lebih banyak mengkonsumsi minuman-minuman tersebut dibanding hari hari biasa,
  • Penjual makanan yang paling sering digerumuti pelanggan biasanya adalah tukang bakso dan tukang gorengan (tukang es biasanya mengalami penurunan omset),
  • Banyak pelajar dan pekerja yang tidak masuk sekolah atau kantor dengan alasan hujan,
  • Pelajar atau karyawan banyak yang tidak memakai sepatu karna sepatunya belum ada yang kering alias basah semua,
  • Tukang payung laris manis, begitupun tukang jacket, sweater, jaz hujan dan tukang ojek payung,
  • Jalanan rusak dimana-mana, banyak lubang dan kubangan,
  • Tukang steam motor penuh dan ngantrinya panjang, karna banyak motor yg cepet kotor,
  • Macet dimana-mana karna jalanan rusak membuat kendaraan tersendat-sendat dan berjalan pelan,
  • Penyakit yang menjadi primadona adalah flu, batuk, tyhpus, diare, gatal-gatal, demam berdarah, kegemukan dan penyakit malas <<<< yang ini paling pavorit,
  • Status yang paling sering di update di media social adalah gak jauh-jauh dari hujan dan segala hal yang berhubungan dengan hujan,
  • Bocor dan lembab dibanyak penjuru rumah,
  • Sering mati listrik,
  • Hmmm apa lagi yaaa? *thinking

Sabtu, 16 November 2013

Maaf Mama, upik abu nggak nyapu and ngepel dulu pagi ini.....





sudah jam segini (10.14) aku belom keluar dari goa tempatku bersemayam. kamar yang bisa dibilang masih berantakan. Bukan karna masih mau lanjut tidur atau enggan mandi. bukan pula karna nggak ada pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, karna sejak subuh tadi pun ibuku sudah berteriak-teriak menyuruhku sesegera mungkin bangun dan mengerjakan tugas-tugas harian seperti mencuci piring (belum termasuk gelas, sendok, mangkuk dan perabotan dapur lainnya), merapikan rumah, menyapu, ngepel, menjemur baju, celana (dalam atau luar, panjang dan pendek), rok, gamis, dan pakaian-pakaian lainnya yang sudah menunggu di mesin cuci (begitulah keadaan upik abu sebelum menjelma menjadi cinderella).  dan aku masih disini, sendiri menjemput waktu yang terus berlari, berjibaku dengan benda hitam persegi bernama "notebook". 

Bukan pesbukan atau twitteran, tapi mengerjakan tugas kuliah, gara-gara pas UTS dan UAS kemarin gak hadir on the spot. sebagai gantinya adalah dosen memberikan tugas tertulis yang dikirim via email, dimana tugasnya adalah menganalisa sebuah kasus yang terjadi berdasarkan teori psikologi perkembangan, dan gak hanya itu, tapi juga bikin makalah tentang karakteristik Tuna Asmara, eh Tuna Grahita. Datelinenya hari ini jam 12.00 WIB. 

aku sudah mengerjakannya sejak pukul 06.00 tadi, itupun melanjutkan sebagian yang sudah sempat kukerjakan tadi malam, hanya saja tidak selesai karna rasa kantuk yang menuntutku agar segera terpejam dalam lelap.

padahal pagi ini aku berniat ingin menghadiri undangan acara khotmul qur'an anak-anak SDIT At-taufiq Cimanggu Bogor, namun niat itu urung kulakukan karna khawatir sepulang dari TKP tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

tiada kata yang lebih layak ku ucapkan untuk memotivasku pagi ini selain kata "Semanggi" !!!! (semangat pagi).

Rabu, 13 November 2013

Nyebelin itu.......

                                        


nyebelin itu adalah kalo motor didepan kita nyalain sen nya ke kanan tapi beloknya ke kiri...(bikin kagok)

nyebelin itu kalo didepan motor kita ada motor yang bawa barang-barang kardus yang segede gaban n ngalangin pandangan untuk bisa liat kedepan atau nyalip kedepan, dah gitu motor yg bawa barang gede itu jalannya lelet,

nyebelin itu kalo ada cowok bawa motor keren tapi bawa motornya ugal-ugalan....

nyebelin itu kalo ada motor didepan kita jalannya lambat n ngagokin, tapi pas berhasil disalip sama kita dia langsung kesel n panas gitu, langsung dingebut-ngebutin n dikenceng-kencengin ngegasnya...

nyebelin itu dah tau macet total tapi yang dibelakang malah tan tan tin tin bunyiin klakson...

nyebelin itu kalo pas kita lewat pas lampu berubah warna dari ijo ke merah....

nyebelin itu kalo kita lagi berusaha patuh pada lampu merah tapi yg belakang nglaksonin supaya terus jalan melanggar lampu merah....

nyebelin itu kalo lagi didepan motor kita ada dua motor yang pengendaranya saling ngobrol dijalan raya, bikin dia lelet memacu kendaraannya, sementara kita dibelakangnya jadi harus pelan-pelan sambil ngedengerin obrolan mereka (huuu langsung tak omel-omelin tuh dijalan yg kek gitu)

nyebelin itu kalo angkot didepan kita gakmau ngalah untuk ngasih jalan supaya kita bisa nyalip, padahal jalan didepannya kosong melompong...

nyebelin itu kalo motor didepan kita lobang knalpotnya segede mulut gua jati jajar, trus angin dari knalpotnya meletup-letup gitu pas ke muka kita..

nyebelin itu kalo disamping or didepan kita ada truk warna kuning atau orange/ truk sampah yang ngangkut sampah super bau, (ironisnya hal inilah yang hampir tidak pernah tidak ditemui setiap kali berkendara) sib nasib.....

nyebelin itu kalo didepan kita ada truk pengangkut ayam, yang bau ayamnya semerbak mengganggu proses respirasi,

nyebelin itu kalo ada truk pengangkut batu or tanah, terus batu kerikil n tanahnya berjatuhan sepanjang jalan sehingga membuat motor kita harus selincah mungkin menghindari benda-benda yang berserakan itu.

nyebelin itu kalo jalanannya bagus tapi polisi tidurnya tiap semeter satu,

Jumat, 16 Desember 2011

"Pemenang" adalah mereka yg paling bisa menerima Kekalahan"



Hoaaaaaaaaaamsss Sambil nunggu donlotan e-book Dalam Mihrab Cinta (H. Elshirazy), Negeri 5 Menara (A. Fuadi) dan Sang Penandai (Tere Liye), sementara Filosofi Kopi (Dee) dah siap baca, tinggal nunggu temen yg mau baca bareng online xixixixi, mungkin gada salahnya kalo nulis jadi cara yg tepat tuk membunuh waktu, meskipun gatau mau nulis apa, dan akhirnya tema kali ini diambil dari segelintir anak-anak yg sehari-harinya selalu mengisi hari-hari gue dengan senyuman juga omelan :D

Kamis sore, 15 Desember 2011 adalah hari yg ditunggu-tunggu oleh bocah-bocah yg katanya sih murid-muridnya gue, tapi gue sendiri sih nganggap mereka itu monster-monster kecil yg selalu mengerubungi gue tiap harinya dengan berbagai ocehan dan celoteh polos. kenapa kah mrk menunggu hari kemaren?? pasalnya kemaren adalah hari pembagian hadiah dan piala hasil lomba yg seminggu kebelakang telah mereka ikuti.

ba'da ashar bocah-bocah pitik itu telah berlarian dan membuat gaduh yang menimbulkan bunyi serupa dengung lebah di sebuah bangunan yg dinamai Majlis Ta'lim aka TPA Al-Ikhlas, dalam hati mereka bertanya-tanya jadi atau tidakkah hadiah2 dan piala tersebut diumumkan? karna bagi mereka hal itulah yg menentukan segalanya, akhir dari perjuangan mereka selama ini yg penuh semangat.

karna keberisikan dan kebisingan nampaknya sudah tak bisa dikendalikan lagi, bergegaslah gue dalam keadaan belon mandi n masih menggenggam sebuah novel memasuki ruangan tempat berkumpulnya para monster-monster imut itu, bak melihat seorang "artis papan kuburan", melihat kedatangan gue dari kejauhan, anak-anak itu pun segera berteriak histeris "heeeiiiiiiiiii bu guru dataaaaaaaanggg...berlarian secepatnya dan berlomba-lomba meraih tangan kanan gue yg baru selesai gw fungsikan buat ngupil sambil baca itu lalu menciuminya dengan lembut, lalu bergantian bertanya " bu guru hadiahnya jadi dibagiin gak?? teteh, hari ini jadi diumumin kan juaranya?? bu, aku dapet piala ga bu?? bu guru, tadi nadia ngelempar tas aku, didalemnya ada iqro'nya, dan berbagai pertanyaan dan curhatan lain yang membuat gue bingung harus jawab yg mana dulu, akhirnya setelah anak-anak itu berhasil gue buat lebih tenang, akhirnya sedikit berteriak gue bilang ke mereka " anak-anak, hari ini usahakan masuk semua, karna apa??? karna hari ini ga belajar seperti biasa, tapi.............hari ini pengumuman pemenang dan juara lomba sekaligus pembagian hadiah", mendengar kalimat-kalimat itu para kurcaci itu pun berseru "horeeeeeeeeeeeee..........asik asik asiiiiiikk, buguru aku mau panggil temen-temen yg belom dateng yaa?? bu guru aku nyamper si arif sama mumuh dulu ke rumahnya, bu guru cepetan dibagiin pialanya dll"

tanpa banyak cingcong lagi gue pun bergegas pergi kembali masuk kedalam rumah dan bersiap-siap tapi tetep dlm keadaan belon mandi, hanya mengambil sebuah buku yg didalamnya terdapat daftar nama-nama para juara, dan tak sampai 30 menit gue dah balik lagi kedalam kelas, menata tempat duduk anak-anak hingga benar-benar kelihatan rapi tidak awut-awutan seperti sebelumnya, seketika ruangan itu menjadi senyap....hening, seperti ratusan jangkrik yang tiba-tiba terinjak sepatu pantopel, maka dan itulah moment yg tepat bagi gue gunakan kesempatan itu buat sedikit berpidato :

"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh....selamat sore anak-anakku sekalian yg kusayangi, seperti yg ibu bilang tadi bahwa hari ini buguru akan mengumumkan hasil lomba dan membagikan hadiah pada para pemenang, sambil menunggu yg lainnya datang, sambil menunggu kaka-kaka juri dan teteh-teteh guru kumpul semua, tolong simak baik-baik apa yg akan buguru katakan :

"Setelah seminggu kalian berjuang di medan lomba, maka hari ini kalian akan melihat hasilnya, tidak semua mendapatkan hadiah berupa piala, tapi Insya Allah kalian semua kebagian hadiah, buguru ucapkan selamat kepada para pemenang dan para juara, piala nya nanti jangan cuman dijadikan pajangan doang, tapi jadikan itu sebagai mesin pemompa semangat kalian, untuk bertekad jadi lebih baik lagi, berjuang lebih keras lagi dan buktikan pada dunia bahwa kalian memang layak mendapatkan hadiah itu dengan cara mengamalkan kemampuan kalian itu di kehidupan sehari-hari, misalnya: "yg jadi juara satu lomba adzan, maka jangan malu lagi adzan di masjid, masa kakek-kakek yg suaranya full vibra (bergetar : pen) mulu yg adzan, saatnya yg muda yang beraksi!! asah terus kemampuan kalian itu hingga setajam-tajamnya, lalu yg jadi juara menggambar/mewarnai, buatlah hidup kalian dan orang disekeliling kalian menjadi indah penuh warna!!, kemudian bagi yg juara hafalan dan baca qur'an, jangan bangga dulu!!! tingkatkan terus hafalannya, jangan sampai hafal ini hafal itu tapi sholatnya tetep aja bacaan suratnya itu lagi itu lagi, dapet piala lomba baca Qur'an tapi dirumahnya gak pernah terdengar lantunan ayat-ayat suci dibacakan, itu semua gak boleh terjadi...mengerti??? Pembagian hadiah ini bukanlah akhir dari perjuangan, tapi justru awal dari perjuangan yg sebenarnya...berjuang menjadi manusia-manusia yg berguna dan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Dan bagi kalian yg 'belum' mendapatkan piala hari ini, tak perlu bersedih, gak usah kecewa, karna "pemenang" yg sebenarnya adalah 'mereka yang paling bisa menerima kekalahan',

Tujuan sesungguhnya diadakan lomba adalah 'bukan untuk mencari pemenang ataupun juara, tapi untuk mengetahui siapa yang paling berbesar hati', karna 'Juara yg sebenarnya adalah mereka yg ikhlas mengakui kehebatan dan kemenangan lawannya, sebagaimana nama TPA tempat kita belajar selama ini yaitu TPA AL-IKHLAS, maka marilah kita jadi pribadi-pribadi yg ikhlas, dengan kata lain : "medali emas kalian adalah kebesaran hati kalian"

Tahun depan mudah-mudahan kita bisa ngadain lagi lomba yg lebih heboh dari ini, dengan semangat yg lebih membara juga, dengan hadiah yg lebih banyak juga, dan pastikan!!! yg hari ini belum kebagian piala, berjanjilah!! tahun depan kalian akan dapat!!! harus!!! tidak boleh tidak!!! paham??

mereka pun mengangguk, sebagian mungkin itu tandanya bahwa mereka paham sama ocehan gue itu, dan sebagian lain mungkin menjadikan anggukan itu sebagai ganti dari kata "yesss akhirnya selesai juga buguru ngebacot tanpa jeda".

dan demi melihat bayangan kaka-kaka guru sekaligus dewan juri didepan jendela, maka sebelum mereka menjejakkan kakinya kedalam ruangan, gue berteriak kepada mereka " Oiii desi, ayu, dll tolong angkutin semua piala dan hadiah-hadiah yg semalem kita bungkusin kesini...udah mau dibagiin nih, anak-anak dah gak sabar!!! lalu mereka pun bergegas kedalam rumah tempat dimana penghargaan2 itu berjejer dan menumpuk..tak lama kumpulan hadiah-hadiah itu pun telah berganti tempat dan posisi, berjejer dihadapan binar-binar mata-mata kecil yang menatapnya tanpa berkedip dengan penuh rasa penasaran, harapan sekaligus kecemasan, membayangkan diri mereka berdiri didepan mendekap piala berwarna emas itu dengan senyum bangga,


dan karna semua donlotan yg tadi gue ceritain di awal paragraph pembuka udah komplit semua, maka gue pending sampe disini dulu nulis cerita tentang pembagian hadiahnya, karna gue dah gak sabar mau baca, ntar klo ada waktu disambung lagi........

to be continued.............

taraaaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya gue balik lagi nerusin tulisan yg tertunda ini, hmm kemaren tu ampe mana ya ceritanya?? ahya...sampe piala ngumpul semua ditempat pembagian kan?? langsung aja ni lanjutannya :

setelah semua hadiah dan piala berbaris rapi didepan para penonton yg menatap mereka dengan pandangan takzim dan takjub, tanpa basa-basi lagi karna emang dah kebanyakan ngomong juga maka diumumkanlah para pemenang dan peraih hadiah-hadiah tersebut. satu demi satu monster2 cilik itu maju demi mendengar namanya disebut, menerima piala-piala dan hadiah-hadiah tersebut kemudian berpose dengan gaya dan senyum seindah mungkin, penuh rasa bangga kemudian menyalami kakak-kakak guru dan gue selaku pembaca berita baik-baik itu.

berakhir sudah rangkaian acara-acara lomba yang diawali oleh lomba adzan tersebut, yeah hari pertama adalah perlombaan mengumandangkan adzan yg dipesertai oleh para bocah murid lelaki, tepatnya berjumlah empat orang, suasana tegang sudah mulai menyeruak disekitar para peserta, panggilan pertama untuk nomor urut kesatu peserta lomba, panggilan kedua dan tibalah di panggilan ketiga....Adalah Ishlahul Amal, bocah kelas 3 SD ini maju dengan langkah ragu dan gugup..........terbata-bata ia bertanya : "teh, boleh ga adzannya madep ke tembok?? ngga mau ngadep ke penonton ah, maluuuuuuuu.......
nggak boleh!!! harus berani!! cuek aja!! nggak usah malu-malu meong ah, tapi tetap saja semua kata-kata itu tak menyurutkan niatnya untuk mengumandangkan adzan membelakangi kiblat, penonton dan menyampingi dewan juri.

inilah penampakkannya :


padahal ni bocah suaranya bagus, nada adzannya juga keren, tapi mentalnya bener-bener ciut, bagaimanapun keberanian jadi salah satu faktor penentu yg sangat penting, karna itulah seketika itu juga melihat penampilannya.......penilaian gue langsung ngedrop sengedrop ngedropnya, karna dihati gue gak pernah ada tempat bagi para pecundang, sehebat n sekeren apapun dia.

pelajaran pertama dihari pertama lomba "malu lah disaat yg tepat" karna "bagus saja tidak cukup jika tidak disertai mental yang berani"

hari kedua adalah lomba mewarnai, lomba akan dimulai jam 16.00 tapi jam 14.00 sang guru
gadungan sekaligus panitia tunggal belum tau objek apa yg nanti akan diwarnai oleh para peserta yg jumlahnya hampir 90 % dari jumlah murid-murid itu, belum punya gambar apa yg nanti akan diperindah oleh mereka pada lomba itu, sejenak berfikir sambil sms-an ma sahabat nun jauh disana, tiba2 dapet ide *cling, bergegas gue berangkat membawa secarik kertas bergambar ke tukang fotocopy'an setelah sebelumnya gue apusin dulu coretan2 n sedikit warna-warna hasil perbuatan ponakanku yg membubuhi gambar2 tersebut sekenanya, hiakakak bener-bener guru gebleg, ngadain lomba tapi gada persiapan, kalo sampe tu lomba gagal gara2 gada objek yang akan diwarnainya, gw jamin semua anak yg dah bersiap-siap dengan alat gambarnya masing-masing bakalan kecewa berat dan pulang dengan muka dilipet alias ditekuk.

acara berlangsung lancar, meskipun ditengah2 perlombaan anak-anak itu ada-ada saja, ada yg crayonnya patah lah, pensil gambarnya abislah, teriak2 panik pinjem rautan tapi gada yg punya, akhirnya gue inisiatip lari ke dapur ngambil golok eh piso buat najemin tu pensil gambar, ada yg kesemutan karna terlalu lama duduk lah, ada yg baru 2 menit dah terbirit2 menyelesaikan hasil gambarnya padahal waktu yg diberikan 30 menit lah (etdah dikira lomba mewarnai tuh pemenangnya berdasarkan siapa yg tercepat menyelesaikannya apa ya??)) alhasil bukannya keindahan yg tampak tapi lukisan abstrak yg bener-bener ga nyata apa bentuknya, menutupi seluruh objek dengan warna-warna gelapnya yg gak karuan...hahaha, tapi yg lebih parah lagi adalah "ada peserta yg dateng tepat disaat waktu mewarnai habis dan semua gambar harus dikumpulkan ke juri, dengan wajah polosnya dia melangkah elegant, tanpa merasa bersalah atau menyesal sedikitpun, akakakak dianter pula ma om'nya, trus om'nya nyengir n bilang "buguru, dah telat ya??" buru-buru gue jawab "bukan telat lagi coy, tapi udah selesai dan gak ada kesempatan kedua" (dalem hati doang tapi)

pelajaran yg diambil dihari kedua lomba "datanglah disaat yg tepat" karna terlambat si boleh aja, tapi ga gitu-gitu juga kaleeeeeeee"


berlanjut hari ketiga lomba adalah "fashion show busana muslim". lain hari lain juga keganjilan dan kejadian yg dialami para peserta lomba, ditengah hiruk pikuk dan sorak sorai para penonton yg sudah memadati ruangan kiri kanan depan belakang "cat walk" yg disediakan untuk para peserta melancarkan aksinya, menunjukkan gayanya, semua mata memandang ke satu peserta yg tahun lalu keluar sebagai pemenang peserta fashion show anak itu, "Nadia" namanya, anak itu memang paling kelihatan beda dari semua peserta lainnya, mukanya yg lucu dan kostum hasil rancangan ibunya yang telah sebulan lalu sengaja dipersiapkan untuk lomba hari itu sampe bela-belain ibunya begadang semalam suntuk demi menyelesaikan hasil designnya itu karna dah gak ada waktu lagi sedangkan kostum yg akan dipake bergaya diatas catwalk di perlombaan esok hari belum rampung, dan dengan polesan make up tipis diwajahnya membuat semua penonton juga peserta berdecak kagum dan yakin bahwa tahun inipun dia lah yg akan dinobatkan sebagai pemenang lomba fashion show kali ini,

tapi ternyata prediksi mereka (termasuk guee) bener-bener meleset jauh, kenapa coba?? karna saat nomor urut itu dipanggil, saat Nadia si Foto Model imut dadakan itu harus segera tampil meliuk-liuk diatas karpet biru yg sengaja digelar dan dipaksa jadi catwalk itu, tiba-tiba saja wajahnya berubah merah padam, rasa gentar dan takut tergurat jelas diwajah lucunya, pasalnya....katanya ada seorang peserta lomba yang menyentuh dan menepuk punggungnya, kontan wajah merona itu tiba-tiba berubah dan keluarlah dari mulut mungilnya teriakan kecil tapi jelas terdengar oleh seluruh telinga yg berada ditempat itu "mamaaaaaaaaahhh si Dita pegang2 aku (padahal si Dita itu memegang maksudnya mempersilahkan dan menyemangati dengan cara memberikan sentuhan semangat dan dukungan) namun anak itu sepertinya terlalu tegang karna mendapat dukungan yg terlalu hebat sehingga dia merasa menanggung beban yg berat untuk harus memenangkan kejuaraan fashion show kali ini, akhirnya semangat dan kepercayaan diri berlebih itu justru malah ngedrop, ngedown setelah menembus batas maksimalnya menuju titik terendah kepercayaan dirinya, hasilnya adalah "dia menjerit menangis dan berderai-derai airmata ditengah sorak sorai penonton dan pendukung (termasuk ibunya yg sudah sigap dengan kamera untuk mengabadikan moment penting dalam hidup anaknya itu) seketika langsung berubah menjadi senyap dan muka-muka ceria itu mendadak mulai terlihat kecewa dan tak menyangka akan kejadian yg sedang terjadi, suara gemuruh bak dengung lebah itu dalam sekejap sirna, yg terdengar hanya lenguhan panjang dan seruan "huuuuuuuuuuuu" sebagai tanda bahwa penonton kecewa....

FYI (padahal tuh anak kesehariannya terkenal cuek, tomboy tapi centil n luar biasa pede loohh, makanya ironis banget kenapa kejadianya kemaren itu harus seperti itu)

akhirnya Nadia si calon Ratu Sejagad sore itu dianulir terlebih dahulu untuk kemudian ditampilkan belakangan setelah peserta-peserta lainnya sambil menunggu tangisnya reda dan sedang dalam proses dibujuk oleh ibunya dan dibesar-besarkan hatinya oleh para penonton yang mendukungnya, tapi sampai acara selesai, bukannya kering airmatanya, tapi malah tambah kejer lah nangisnya....meraung-raung tersedu-sedu..

pelajaran yg dapat diambil dihari ketiga "menangislah disaat yg tepat" jangan tepat disaat kesempatan untuk jadi bintang sedang berada digenggaman"


ini para peserta fashion show


hari-hari selanjutnya lomba tetap berjalan lancar dengan tetap ada kejadian-kejadian yg mengesankan sekaligus mengenaskan, hingga tibalah diakhir rangkaian acara lomba dan untuk mempersingkat cerita yg lumayan bertele-tele ini maka hari pengumuman pemenang dan pembagian piala pun tiba, dan inilah penampakan semua peserta dan para juara :


TammaT
(tujuan dituliskannya cerita ini, bukan supaya dibaca oleh para blogger, tapi hanya untuk mengabadikan moment-moment kenangan bersama para monster-monster pencari ilmu itu, jadi wajar aja kalo tulisannya semrawut acak-acakan n ga layak baca banget)

Selasa, 13 Desember 2011

Roti vs Bubur


hahahaha pagi-pagi dah ketawa sendirian dijalanan pas berangkat menuju kesini (warnet) tadi.
pasalnya ada tukang roti bakar n tukang bubur yang emang dah biasa jualan disekitar komplek situ n dah sering banget berpapasan sama gue tiap kali gue berangkat kerja jalan kaki.

biasanya ngga ada yang aneh ama kebiasaan para tukang jualan sarapan itu, layaknya para pedagang keliling dengan semangat berteriak menawarkan dagangannya sambil mendorong gerobaknya pelan-pelan menyusuri komplek perumahan. tapi kali ini ada yang berbeda dan membuat gue bertanya-tanya ?? tukang roti bakar yg biasanya jaraknya lumayan jauh sama tukang bubur n terkesan mencari arah dan jalanan yg berbeda untuk mereka lalui, kali ini justru mereka terlihat begitu akur dan dekat, begitu lengket seolah tak ingin dipisahkan, mereka berjalan beriringan sepanjang jalan, sambil mengobrol dan terkekeh-kekeh. entah apa yang mereka perbincangkan, sayup-sayup dari kejauhan gue denger abang tukang bubur dgn gerobak biru langit yg posisinya tepat disebelah gerobak ijo tai kuda dan keduanya dalam keadaan diparkir pararel itu berkata : "ah gw mah jualannya mau dibelakang roti bakar aja deh, mau ngikutin lu aja, biar ada temen jualannya keliling-keliling, biar tambah semangat, gak lama setelah kata-kata itu terlontar dari bibirnya, abang tukang roti bakar pun bergegas mendorong gerobaknya sehingga perlahan tapi pasti mulai meninggalkan abang tukang bubur bersama gerobak birunya, tapi dengan cekatan si gerobak biru itu berjalan didepan pemiliknya yg mendorong sambil asik berdendang menyanyikan salah satu lagu dangdut yg liriknya gw lupa tapi gw tau banget kalo itu adalah salah satu dari lagu lamanya "Bang Haji Roma", menyusul tukang roti bakar hingga jarak mereka hanya beberapa senti meter saja dengan gerobak roti memimpin didepan, ngeliat keakraban mereka yang jarang-jarang terjadi itu bikin gue jadi senyum-senyum sendiri xixixixi

sejenak kemudian mulailah terdengar yel-yel yg diteriakkan oleh abang tukang roti bakar yg berada didepan abang tukang bubur, "Roti Bakar!!!! Roti Bakar!!!
tak mau kalah, tukang bubur dibelakangnya pun ikutan meneriakkan yel-yel jualannya dgn semangat dan wajah ceria "Bubur Bakar!!! Bubur Bakar!!!
ngedenger itu spontan gw langsung tergelak sambil mikir n ngebayangin gimana jadinya kalo seandainya beneran ada makanan yg namanya "Bubur Bakar" jelas-jelas di gerobaknya tertulis "Bubur Ayam" BUKAN "Bubur Bakar" wkwkwkwkwkwkwk EDAN!!!!

Senin, 12 Desember 2011

Miss. Headstone vs nona kepala batu


Capung Senja : Dor!! gimana rasanya ngga apdet status?? hayoo ini belom 24 jam loohhh, tapi kalo kamu pengen nyerah ya gapapa
Lebah Pagi : wew...biasa aja tuh, aku tak selemah yg kamu kira woooo....aku yg akan menang :-\

Capung Senja : dream on honey!

Lebah Pagi : let we see!! bahkan aku sudah sedang memikirkan bagaimana menertawakan kekalahanmu nanti hahaha :cool

Capung Senja : siapin budget ya..aku dah mastiin buku mana yg akan kamu belikan!!

Lebah Pagi : jangan seyakin itu kisanak!!

Capung Senja : oh come on!! dr sekarang pun kamu harus dah siap-siap nabung!!

Lebah Pagi : terus saja kau merendahkanku, karena itu hanya semakin menguatkanku...seorang "Fitrah" tak pernah mengenal kata "menyerah", kata "kalah" sudah sejak lama kuhapus dari kamus hidupku

Capung Senja : "menyerah" itu artinya apa ya?? aku ga tau..

Lebah Pagi : sabar aja....tak lama lagi kamu sendiri yang akan menerjemahkana arti kata itu...sadarilah honey..lawan mainmu terlalu kuat untuk kau patahkan,

Capung Senja : dan kau tak tau siapa yg kau hadapi

Lebah Pagi : yeah..satu-satunya yang aku tau adalah " kamu terlalu mudah untuk kukalahkan", bukan tandingan yg sepadan...ah aku seharusnya memilih orang yg lebih menantang untuk kutaklukkan

Capung Senja : menghibur diri sendiri? ga pede yah??

Lebah Pagi : uh honey... kamu gak sadar yah?? kamu bukan hanya sedang bermain api...tapi kamu membasahi korek dengan bensin...dan itu hanya akan menghanguskanmu..kamu sedang meninju batu karang dengan tanganmu yg lemah itu, sekuat apapun kau memukul, itu hanya akan melukai kepalanmu...
kau fikir kau akan mampu membuka pintu gerbang baja yang terkunci rapat dan terlalu kokoh hanya dengan mendorongnya saja honey???

Capung Senja : darling,,, kau pikir kemampuanku hanya segitu?? kamu salah.. ini bahkan belum apa-apa honey

Lebah Pagi : fikirkan lagi baik-baik honey....kamu terlalu ceroboh menerima tawaranku begitu saja...semua ini hanya akan membuang-buang waktumu untuk hal yg percuma, kamu akan kehilangan waktu dan uangmu, tapi itu semua gak seberapa dibanding " kamu akan kehilangan harga diri dan predikatmu sebagai survivor sejati" seperti yg selama ini kusandangkan.

Capung Senja : owh honey...itu semua lebih cocok untuk menasehati dirimu sendiri

Lebah Pagi : aku tau kamu hebat, tapi itu ngga berlaku bagi aku,, kamu boleh mengundurkan diri kok sebelum terlalu banyak waktu yang terbuang hanya demi sebuah kesia- siaan". sekarang atau nantipun hasilnya akan tetap sama...sebentar atau lama kenyataannya tidak akan berubah..jadi buat apa menunggu??

Capung Senja : ah kamu terlalu takut..belum apa-apa sudah membayangkan kekalahan ya :cool

Lebah Pagi : woooo tidakkah ini bagian dari apa yang disebut sebagai "intimidasi"?? huuu dia yang bikin peraturan, dia sendiri yang melanggar,,,huuu dasar provokator!! ah sudahlah...lagipula siapa pula yg merasa terintimidasi atau terprovokasi, semua kata-katamu itu tak sedikitpun menggoyahkanku

Capung Senja : wkwkwkwkwkw kayaknya sih iya, tp semakin menarik kan??

Lebah Pagi : eh mungkin ngga yah hasilnya akan seri?? ah tapi nggak mungkin deh,,sudah jelas aku yg akan menang..sejelas bintang dilangit..ngga ada batasan waktu kan?? jangan fikir aku bertanya begini karna aku ragu...ini hanya secuil dari kemungkinan yg tidak mungkin.

Capung Senja : olala dah mulai pikir2 ya??

Lebah Pagi : oo tentu tidaak!!! toh aku tak sedikitpun merasa gentar...come on honey..sebenarnya aku tak suka banyak bicara...biarlah waktu yg membuktikan...

Capung Senja : mengintimidasi, memprovokasi, menghasut, kena semua wkwkwkwkwk

Lebah Pagi : setajam apapun kata-katamu, tak sedikitpun melukaiku...apalagi menyakitiku...aku terlalu kebal untuk terluka karnamu...sekejam apapun kamu...

Capung Senja : wkwkwkwk kek Stansfield vs Townsend

Capung Senja : asik kali yah klo dijadiin dialog film :D

Lebah Pagi : dan kita akan jadi orang-orang yg berteriak paling kencang "gilaaaaaaa" wkwkwkwk

Selasa, 20 September 2011

Selalu ada Hikmah di Setiap Kejadian


coret coret ah bete banget nih gada yg seru, gada yg asik, gada yang aneh
semuanya biasa-biasa aja..teu rame ah...mending corat coret tulas tulis 

hari ini tanggal 20 September 2011, hari dimana orang-orang berbondong-bondong datang ke tempat pembayaran Listrik, pembayaran Telpon dan pembayaran Air (PAM)

aku salah satunya, harusnya kemarin aku sudah harus menyelesaikan semua pembayaran2 tersebut, tapi dikarenakan kemaren lupa bawa semua rekening-rekening yg harus dibayarnya, akhirnya ditunda sampai hari ini, 

setelah menyelesaikan ritual setoran uang pendapatan harian warnet ke si boss, dan setelah meminta tolong kepada rekan kerjaku Ujek Brewok alias Defri untuk gantiin jaga sementara selama aku pergi bayar aer, tepatnya pukul sepuluh kurang atau lebih, aku berangkat ke tempat pembayaran air di daerah Ciomas Panggugah, tak begitu jauh dari warnet tempatku bekerja....

dikarnakan si Supr* X tidak aku keluarkan dari kandangnya disebabkan ada dua gerobak yang menghalangi langkah si Supr* untuk bisa keluar kandang, jadi aku memilih jalan kaki berangkat ke warnet, yaudah deh akhirnya ke tempat aernya pake Angkot aja..karna kalo jalan kaki kejauhan n lumayan bisa bikin kaki gempor

dengan berbekal uang Rp. 4000,- rupiah dikantong belakang celana aku beranikan tuk menyetop sebuah angkot berwarna hijau, angkot pun berhenti dan naiklah aku kedalamnya, lalu melesatlah kendaraan ber-roda empat itu dijalanan yg berlapis aspal hitam....

sekitar 1/4 jam tibalah aku ditempat tujuan dan bergegas turun dari angkot setelah sebelumnya mengatakan "kiri bang" kepada pak supir, setelah menapakkan kakiku dibumi dan melihat ke depan tempat pembayaran yg lumayan dijejali oleh kendaraan yg parkir dgn tidak ada rapi-rapinya pisan tiba2 otakku berfikir "hmmm kira-kira bulan ini berapa yaa total bayar aer?? apakah sama, lebih banyak atau lebih sedikit dari pembayaran bulan sebelumnya, sambil melirik kepada strook pembayaran air bulan lalu, tanganku merogoh saku celanaku, sambil mencari-cari sesuatu yg amat penting yaitu "uang" tapi apa yg terjadi sodara-sodara?? setelah rogoh sana sini ternyata aku baru ingat bahwa aku lupa bawa duit buat bayar aer tersebut :hammer
aku cuman bawa strooknya doang tanpa membawa duit buat bayar...owalaaahh nduk nduk,,,mau bayar pake apa kalo ga bawa duit??? huuffttt sepertinya penyakit pelupa alisa pikun ku kambuh lagi nih......

sambil cengar-cengir ga jelas dan tanpa pikir fanjang lagi akupun memutuskan untuk balik lagi ke warnet ngambil dompet yg berisi duit buat bayar aer tersebut,,naiklah angkot lagi dengan arah yg berbeda, sambil membego-begokan diri sendiri akhirnya nyampe lagi di warnet,,gugurutu alias ngedumel "hadeeeehh acim, ujeekk gw lupa amat dah..masa dah sampe TKP malah baru inget kalo duitnya ngga kebawa seeehh,,dudul amat yaa gueeee" mendengar itu sang acim dan sang ujek malah ngakak ngetawain...azzzzz sial dah..

dengan serta merta aku langsung menyambar dompet yg ada dilaci OP, lalu pergi lagi tanpa banyak basa-basi, naek angkot lagi dan terulanglah kejadian naek angkot pertama,,,tapi kali ini dengan angkot dan supir yg berbeda,,,tapi turun dan bayar ongkos dgn jumlah yg sama..oia pas masih di angkot aku kan sempet liat-liat strook rekening air tuh,,kan ada dua tuh, yg satu atas nama bapak aku, dan yg satu atas nama Musholla Al-Ikhlas, ga sengaja aku liat nomor rekeningnya,,loh ko ada yg ganjil yahh?? hmmm aneh nomornya sama semua...pas diliat namanya....beuuhhhh ternyata namanya juga sama...dua-duanya atas nama Bokap guee, strook yg Musholla Al-Ikhlas ga kebawa cuuuyyy :hammer (lagi). dalam hati berfikir "hmm semoga aja pake nama doang bisa, gaperlu pake strook, kalo sampe kagak bisa,,,edaaaaann dooongg masa iye gue harus balik lagi untuk ke-3 kalinya seeehh???? :nohope

nyampe juga di TKP, pas masuk ternyata didalem penuh banget, ngantri gitu, banyak bgt yg bayar ternyata, biasanya tiap kali aku bayar aer ga pernah sepenuh itu, ini semua karna hari ini tepat tanggal 20, dan tau sendiri lah Budaya Orang Indonesia, sukanya bayar apa2 tuh tepat waktu (tepat diwaktu akhir batas pembayaran), jadi mikir gini "ternyata Orang Indonesia terbiasa menunda-nuda pekerjaan, menunggu sampe dah mepet alias kepepet baru deh dikerjain" (untung eike bukan orang Indonesia asli) :D

masuklah dalam antrian mereka-mereka yg akan melakukan pembayaran yg sama, ada ibu2 yg membawa anaknya yg masih TK n genduuuutt banget, ada dua orang bapak2 yg rambutnya ilang separo, ada mas2 yg rambutnya sudah mulai memutih alias beruban, ada om-om yg pake jaket, ada mbak2 dgn rambut yg  dikuncir kuda, ada kakek2 separuh baya, pokonya bermacam2 manusia dengan beragam bentuk.. lumayan lama dan lumayan bikin bete menunggu, dan akhirnya tibalah pada saat yg dinanti-nanti, dipanggillah nama orang yg tercantum didalam strook pembayaran air itu, yg tak lain dan tak bukan adalah nama babeh ku..dan kuberanikan diri bertanya pada si mbak kasir PAM itu "mbak, saya mau bayar yg satunya lagi, tapi strooknya ngga kebawa, bisa ngga mba?? dag dig dug menanti jawaban si mbak,,dan akhirnya serangkai kata meluncur dari bibirnya yg imut "alamatnya apa atas nama siapa?? lalu ku jawab alamat Hegarmanah atas nama Musholla Al-Iklhas, dan setelah di ulak ulik alik dikutak katik dan setelah sempat di protes oleh salah seorang bapak2 yg juga sedang dalam barisan antrian "ah si neng jadi bikin lama nih, udah sih bayar yg ada aja, biar cepet!!..bujug dah ni bapak2 gitu banget sih, gabisa yaa sabar dikit aja,,ngga lebih dari 10 menit ko..seenaknya aja menyepelekan kepentingan orang lain...
akhirnya ketemu juga nama yg dicari dan dijumlahkan lah total pembayaran semuanya...yaitu sejumlah kurang lebih 250.000 rupiah, lebih kecil dari jumlah pembayaran dibulan2 biasanya yg mencapai hampir 300.000,- rupiah...

dengan perasaan lega pulanglah aku dgn kembali mengendarai kendaraan yg sudah dua kali aku tumpangi dihari ini, hmm dah lama ga naek angkot,sekalinya naek angkot padahal cuman segitu doang dah lumayan ngerasa pusing n mual...

ada dua kejadian selama naik angkot dalam perjalanan pulang yaitu :

1. Ada ibu-ibu turun di depan Kecamatan Ciomas, tapi pas bayar ongkos dia ngedumel gini " ih si abang, gimana si?? kan tadi saya dah bilang minta diturunin di depan Kec.Ciomas,,kenapa ga diturunin sih?? si abang supir hanya diam sembari memberikan kembalian ongkos si ibu tersebut..

2. Ada dua orang ibu-ibu bilang "kiriiiiiiii bang" eh si abangnya ngga langsung berenti malah bilang "depan depan jalan beringin jalan beringin" spontan ibu-ibu itu ngomel " yeee orang minta turun di sana malah diturunin disini sih??? siapa yg minta turun di Jl.Beringin sih emang?? kan jadi kejauhan bang.. ish ish ish..si abang pun tetap tak bergeming dan hanya diam seribu kata

dari semua kejadian2 yg aku alami di hari ini,,aku mendapat banyak hikmah dan pelajaran yang cukup penting diantaranya :

1. Lakukan segala sesuatu dgn penuh persiapan, siapkan segala sesuatunya, jangan sampe ada yg hal-hal yg ketinggalan atau terlupakan
2. Janganlah suka menunda-nunda pekerjaan/pembayaran kalo tidak ingin masuk dalam antrian panjang
3. Budayakan antri dengan tertib
4. Bersabarlah meski anda sedang ada dalam antrian yg cukup panjang
5. Hargailah kepentingan orang lain, jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri
6. Laksanakanlah amanat/pesan orang lain dengan sebaik2nya
7. Sesuatu yg mungkin tidak penting bagi kita bisa jadi amat sangat penting bagi orang lain, jadi jangan menganggap enteng
8. Bersabarlah menghadapi orang-orang yg membuat kita kesal dan marah, karna mungkin saja orang itu tidak sengaja melakukannya,,tidak perlu marah2 ataupun ngomel2, cukup ditegur saja dgn cara halus
9. Jangan ragu, jangan takut, jangan gengsi dan jangan sulit tuk mengucapkan kata "maaf" kepada orang2 yg telah dibuat kesal oleh kita..
10. Biasakanlah mengucapkan kata "terimakasih" kepada setiap orang yg telah membantu kita, meskipun itu hanya hal-hal kecil, karna semua hal2 besar pun berawal dari hal-hal kecil..

sekian cerita singkat di hari ini, semoga kita semua termasuk orang-orang yg pandai mengambil hikmah dan memetik pelajaran demi hidup lebih baik :)






Selasa, 26 Juli 2011

Kecil sih, tapi bisa bikin Gedeeee loohhh

Hai bloggers, ketemu lagi sama saya, manusia terlanjur bawel sejagat raya, haikhaikhaikhaikhaikahik.

sobat bloggers yg terhormat dan yg tidak terhormat, kali ini ane mau bercingcong tentang binatang super imut super kecil dan super sexy, haghaghaghaghagahgahghaghahagh, hewan apakah yang dimaksud????

pernah mendengar kata "tongo"??? atau bahkan sangat familiar dengan kata tersebut?? kalo dikeluarga ane kata tongo itu sering digunakan untuk mengatai orang yg sifatnya bercanda karna kata itu singkatan dari kata to*ol dan dongo = tongo
contoh dalam kalimatnya kira-kira begini "dasar tongo luh, masa gitu aja gabisa seh, makanya beli otak tuh yang original, jangan yg second atau KW 2 :P

okeh saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mari kita kaji lebih dalam lagi tentang tongo

tongo adalah seekor hewan yg berukuran sangat mini berwarna ngejreng, merah atau kuning atau oren, saking kecilnya hewan ini sampai-sampai tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, jadi matanya harus pake baju plus celana plus jaket dulu,hedeeeeeeeewww ngga gitu-gitu juga kaleeeeee, suka lebay deh ichhh, entah apa nama ilmiah dari hewan yg sudah saya coba cari gambarnya di google tapi tak jua kutemukan, mungkin karna terlalu kecil jadi ngga ada yg bisa memotret hewan yg biasanya bertengger di tubuh dan kulit ayam yg nyeker-nyeker ditanah ini.

jadi gini pemirsa, untuk bisa melihat makhluk bernama tongo ini kita harus benar-benar mempunyai mata yang masih bagus normal dan dalam situasi dan kondisi yg terang benderang.
hewan ini biasanya sering menempel di bagian sensitif dari seorang "pria"
yups, alat kelamin alias alat vital tepatnya hohohohohoho (yang gimana seh)

mungkin dari beberapa pria yg kebetulan mempunyai "alat kelamin" pernah mengalami dihinggapi oleh binatang yg satu ini...(hayoo siapa yg pernah ngacung)

seperti yang dialami oleh "Azka Savir Fauzi" yg akrab disapa "cumi" beberapa hari yang lalu yg entah kapan tepatnya saya lupa, bocah 4 tahun yg terkenal sangat pendiam dan kalem ini (hooeeeeeeeeksss boro-borooooo) ulang ah...
bocah yg terkenal sangat pecicilan dan super aktif ini tiba-tiba menghampiri sang tantenya yang super imut dan super lugu itu yg sedang ngotak-ngatik henpon sambil asik esemesan (ehem tante yg dimaksud itu adalah "saya" dan untuk bagian yg ini saya rasa tidak perlu diulang) dan azka pun mengeluh, apit apiiitt, (apit adalah panggilan si tante imut) pit apitt apitt, dudu aka cakit neh, duh cakit pit (sambil mengusap2 dan memegang dudunya tersebut) hmm perlu anda semua ketahui disini bahwa yg dimaksud dengan dudu itu adalah bahasa Sulawesi dari kata "alat kelamin" mmmhh tit*t lebih jelasnya (hadooohoh boleh ga sih sebenernya ngebahas tentang ini)

*dikeluarga saya sudah membiasakan sejak kecil untuk menyebut tit*t dengan sebutan dudu, yg kami rasa lebih sopan dan lebih elegant didengarnya.

mendengar keluhan sang ponakan, sang tante yg sedang konsentrasi dgn henponnya itu tiba-tiba terhentak dan terbelalak kaget, ouwh kenapa sayang?? dudunya kenapa? ko bisa sakit gitu? bagian mana yg sakitnya coba sini liat? emang tadi abis ngapain?? abis dipake buat apa? abis diaduin sama ayam siapa?? abis berbuat apa? dimana? sama siapa?? belumlah habis pertanyaan yg diluncurkan dari mulut mungil sang tante, tiba-tiba berucaplah sang ponakan sambil masih memegang dudu mungilnya itu "du, jgn sakit ya du, kasian ni azkanya du, jangan sakit ya du jangan!! jadi dia tu ceritanya berbicara pada anggota badannya yg kata orang-orang adalah bagian terpenting dari anggota tubuh seorang "lelaki" ceakakakakakakak masa dudu diajak ngomong sih?

beberapa tahun kemudian, eh salah, maksudnya beberapa menit kemudian, terdengarlah suara deru motor mio yang memasuki rumah, dan itu artinya bunda Azka telah datang, langsung saja sang tante berinisiatif tuk mengadukan keluhan keponakannya ini kepada sang Bunda,


usut punya usut, setelah diteliti dengan seksama dan dalam tempo yg sesingkat-singkatnya, ternyata eh ternyata yg membuat dudu azka sakit itu adalah dikarenakan anggota tubuh yg berada diantara dua selangkangan bocah ita telah terkontaminasi oleh makhluk teramat mungil bernama "tongo", itupun setelah dilakukan ekspedisi dengan bantuan lampu senter (lampu emergency) dan dengan bantuan dari sebagian anggota keluarga melibatkan anak dan menantu.

demi kesembuhan dan kenyamanan bersama, maka mau tidak mau hewan kecil yg apabila terus dibiarkan bersemayam ditempat tersebut maka akan membuat benda yg tadinya mungil menjadi besar membengkak dan semakin membesar itu harus segera di eksekusi dan singkirkan dari sana, yaah itulah kinerja tongo didalam anggota tubuh manusia khususnya "dudu", dan entah kenapa tongo tersebut paling hobby menempatkan dirinya "disitu". jadi semakin digaruk semakin gatal dan semakin membuat dudu itu membesar, semakin besar dan semakin besaaar...(jangan dibayangin woiii)

proses eksekusi pun dimulai, semua peralatan pendukung disiapkan, para eksekutor pun telah siap melakukan aksinya demi menyelamatkan sang "dudu" dari kebiadaban sang "tongo" itu

dengan posisi ditidurkan telentang dan posisi dudu mengarah kepada eksekutor utama yaitu bundanya sendiri, maka terjadilah proses eksekusi dibawah ini
*warning!!! Video ini mengandung kontent berbau porno, yg tidak layak disaksikan oleh anda yg belum berumur 17 tahun kesamping,kedepan dan ke belakang. cekidot guys!!!

(loh mana videonya?? ko ngga ada???)

atas berbagai pertimbangan terpaksa video dan poto2 proses eksekusi tongo tersebut tidak bisa saya ikut sertakan disini mengingat aturan di google yg tidak memperbolehkan mengapload sesuatu yg berisikan kontent porno, terlebih dalam hal ini benar-benar berhubungan dengan alat kelamin, jadi sebaiknya tidak saya apload disini, biarlah video dan poto2 tersebut tetap jadi koleksi di gallery hape saya haikhaikahaikahaiakhaikaahiakhaikaiak (padahalmah karena gabisa2 dari tadi ngaplod videonya gagal maning)

singkat kata singkat cerita akhirnya sang tongo berhasil dipisahkan dari sang dudu dan bocah tersebut selamat setelah meraung-raung dan memohon-mohon untuk tidak diperlakukan tidak senonoh didepan massa yg mengerubunginya.

untung tuh tongo mampirnya ditempat yg pemiliknya masih bocah yaa?? coba kalo mampirnya di tempat yg pemiliknya dah dewasa?? seperti Ayah dari sang bocah tersebut mungkin? hueweleeeehhh ngga kebayang dah gimana proses eksekusinya, dan belum tentu sang tante berani untuk mengabadikan proses itu dengan mengambil gambar-gambarnya dan merecord kejadiannya heuehuehuehueheuehueheu.

*semoga kejadian mengenaskan sekaligus mengesankan ini tidak terjadi lagi selama-lamanya :nohope

jadi buat para cowo nih yaa, kalo seandainya suatu hari dudu kalian terasa gatal perih atau sakit, maka saran saya adalah "segeralah hubungi saya, ups maksudnya segeralah minta anggota keluarga anda untuk melakukan penelitian demi menghindari proses pembesaran yg tidak semestinya"

*mohon maap apabila kiranya postingan ini tidak layak konsumsi publik, toh niat saya hanya sekedar berbagi dan mencurahkan isi hati*

jujur saya bingung mau pakein gambar apa di postingan kali ini, tadinya mau nyari di google, tapi bingung apa klue yg harus saya ketik di mesin pencarian, jadi sementara ini belum ada gambarnya deh, jadi buat yg mau menyumbangkan gambarnya dipostingan ini, waktu dan tempat saya persilahkan!!!

Sabtu, 23 Juli 2011

Azka dan Azki

Berbicara tentang azka (hahahah ngikutin ust. yg ciri-khasnya "Jamaa'ah ooo jamaah, alhamdu...lillah") berarti bercerita tentang si cumi, panggilan sayangku pada keponakan ku azka, bocah yang lebaran nanti tepat berusia empat tahun ini adalah anak dari kakak perempuan ku.

Cerita Azka ini berkaitan dengan Balqis (masih keponakanku yg lahir tepat di tanggal dan bulan yg sama dengan Azka, yeahh aku punya empat butir keponakan, dan akan segera lima menjelang lebaran nanti....dua dari keponakanku cukup unik, karena kebetulan Azka Savir Fauzi (anak laki2 dari kaka perempuanku) dan Balqis Hilwa Qonita (anak perempuan dari kaka lelakiku) mereka lahir ditanggal dan bulan yang sama,,hanya beda satu tahun...tepatnya tanggal 30 Agustus,,makanya mereka tiap ulang tahun pasti barengan, tantenya kalo beliin kado jadi double dech huekekekekek (kek pernah aje ngasih kado) hmm mungkin ini kebetulan yg memang telah ditakdirkan oleh sang maha menentukan.

Masih tentang cumi, eh azka, 2 hari yang lalu sepulang aku kerja, tiba-tiba saja dirumah sudah ramai oleh tangisan dan tawaan,,tangisan dari Balqis dan tawa canda dari Azka, saat itu ternyata Ibunya Balqis (Kaka iparku) sedang berusaha mati-matian memakaikan baju baru (untuk baju lebaran) pada Balqis yg sejatinya dia tidak pernah mau n tidak pernah suka bila dibelikan baju serta dipakaikan baju cewe, dia itu dari kecil udah tomboy banget,,gamau pake baju cewe sebagaimana mestinya, maunya pake baju kaka sepupunya Azka, jadi untuk bisa mengenakan pakaian wanita ditubuh mungilnya itu benar-benar dibutuhkan perjuangan lumayan berat dan kesabaran lumayan keras...

dan meskipun Ibu dan Neneknya sudah mengeluarkan seratus rayuan, seribu bujukan dan sejuta ancaman agar Balqis mau mencoba baju itu, tapi tetap saja dia bersikeras menolak sekuat hati untuk tidak mau menggunakan baju itu, yg ada dia malah nangis sekejer² bak anak yg sedang disiksa oleh ibu dan seluruh keluarganya...(eeetttdaaah padahal cuman dipaksa pake baju doang ampe segitunya beud dah),

menyaksikan kejadian mengenaskan tersebut, akhirnya aku berinisiatif untuk merayu Azka agar mengenakan baju itu terlebih dahulu supaya nantinya Balqis akan tertarik dan ikut2an mau mencoba baju yg memang di beli untuknya itu, karena kebetulan tanggal 28 nanti Balqis dan Ibunya akan terbang ke Sorowako (Sulawesi Selatan) untuk menyusul ayahnya yang sejak 2 bulan lalu telah berada disana mengadu nasib mencari hidup yg lebih baik bersama keluargaku yg lainnya yg sudah lebih dulu berada disana.

singkat cerita yess, akhirnya dengan tanpa susah payah melancarkan gombalan maut, azka dengan senang hati mau menjajal baju tersebut dgn tanpa rasa malu sedikitpun, dan inilah hasilnya jreng jreng jreng deguk deguk.......

Penampakannya


(hahai jadi kepikiran seandainya Azka terlahir kembar, pasti kek gini penampakan kembarannya, nama kembarannya "Azkia Savira Fauzia"

dengan bangganya ia tersenyum manis dan langsung bergaya saat aku jeprat jepret ambil fotonya, hahahahahah

wleeeekk aqis weeee bajunya aka ambil aahh..buat abang aja ah baju akisnya...kacian dee loo bajunya diambil abang aka, capa curuh gamau pake bajunya....


sementara itu, menyaksikan baju itu dipakai oleh kaka sepupunya, akhirnya lama - lama Balqis mau juga mengenakan bajunya itu, yaa walaupun masih dengan terpaksa dan tidak dengan sepenuh jiwa serta diiringi jerit tangis dan linangan airmata hiks huhuhuhuhu huaaaaa


zaman emang udah edan,,yg laki-laki mau aja didandanin jadi cewek, giliran yg cewek malah ogah pake baju cewek...hadoh hadoh hadooohh...untung mereka masih kecil..klo udah gede mah jangan ampe dah :nohope
bisa jadi ciri-ciri kiamt sudah dekat, iiihh tatuuutt

tidak lebih dari lima menit setelah itu, azka yg terkenal pecicilan n gabisa diem menghilang entah kemana seolah ditelan waktu, selang satu menit kemudian ternyata tersangka telah asik bermain air digentong depan rumah,,weleh weleh weleehhh...dasar cumiiiiiii....kagak bisa anteng pisan dah ah....badan baju n rambut dah lepek basah kuyup...ampoooooooonnnn sehari ganti baju bisa lebih dari sepuluh kali gara-gara azkanya hobby-nya maen aer...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...