Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?".
Salah satu murid menjawab : "Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak."
"Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?". Tanya sang Syeikh menguji murid2nya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh berkata : "Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh".
"Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan saling jatuh cinta?" lanjut sang Syeikh.
"Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat."
"Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?", Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."
Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : "Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh"....
“Wahai umat manusia, sebarkanlah
salam, berilah makan, jalinlah tali silaturahim, shalat tahajjudlah disaat
manusia tertidur lelap, maka kalian akan masuk surga” HR At-Tirmidzi
Dia ada tanpa mula Ada sebelum segalanya ada Ada tanpa pengada Bertahta diatas singgasana mulia indah tiada tara Dipuncak ketinggian tertinggi tiada hingga Agung suci dan sempurna
Tak diputra dan tak berputra Tak ada lupa, tak ada alpa Tak ada awalnya, tak ada akhirnya Mengetahui yang telah ternyata dan yang akan ternyata
Tak ada daun gugur yang tak diketahui-Nya Butir-butir hujan tahu letaknya Butir-butir pasir tahu tempatnya Menentukan segalanya dan menuliskannya
Mencipta jagad raya di hari-hari sittah Membangun langit membola tanpa tiang di mata Menghiasinya dengan bintang-bintang bak permata Menghampar bumi nan hijau jelita Menghias gurun dengan pasir pirang ceria Mengisi lautan nan kaya raya dengan mutiara, intan dan permata
Gagah perkasa tak terkalahkan Maha sempurna tak tercelakan Semua kehendak-Nya pastilah terlaksana Maha Sanggup dan Maha Kuasa Tak satupun menyamai diri-Nya
Mendengar langkah serangga dari atas singgasana-Nya Melihat jemari semut hitam di malam gelap gulita Mendengar detak jantung dan desir darah makhluk-Nya Mengetahui apa-apa di dalam dada, yang gaib dan yang nyata Mengurus seluruh makhluk-Nya di bumi, laut dan udara
Semua membutuhkan-Nya dan Dia tak butuh siapapun juga Menghidupkan dan mematikan Mengkayakan dan memiskinkan Memuliakan dan menghinakan Di semua itu tak ada sekutu bagi-Nya Bahkan di segala-galanya Di segala-galanya, di segala-galanya Tak ada sekutu bagi-Nya
Maha Penyantun lagi Penyayang Pemberi makan siang dan malam Walaupun mereka terus membangkang Menjaga mereka pgi dan petang Mengampuni dosa semua hamba Menyembuhkan mereka jiwa dan raga Memberi apa yang dipinta dan apa yang tak dipinta
Maha Sabar atas hamba-hambaNya Walau air susu dibalas air tuba Walau karunia dibayar dosa Tapi jangan kau salah sangka Itu bukan karena lemah-Nya Semua karena Dia Maha KArunia
Jika marah-Nya telah membara Siksa-Nya pedih tiada terkira Jangan coba bermain api murka-NYa Agar kau tak tersiksa di dunia dan di neraka
Dikala sang hamba tak peduli Tak ada sholat tak ada zakat Kepada orang tua tak berbakti Qur’anpun tak dikaji Puasapun tak dilakoni Banyak uang tak pergi haji Halal dan haram tak peduli Tak berbeda sama sekali Uang riba, judi atau curian hasil korupsi Yang penting pundi terisi Itulah saatnya siksa dunia din anti
Adapun di akhirat nanti Jika ampunan tak diberi Siksa yang pedih tak terperi Api hitam terbakar ribuan tahun tak pernah mati Melelehkan gunung, baja dan besi Daging yang tumbuh dari yang keji Dengan nyala akan dicuci
Pohon zaqqum, pohon zaqqum Terkutuk menyayat rongga dada Mendidih di perut pemakannya Melebur tulang-belulang tak menyisakannya Penampilannya seakan kepala-kepala setan durhaka
Saqor adalah sumur yang maha dalam di neraka Penuh dengan api tak terkira Peninggal sholat, di sinilah tempatnya Tapi tetaplah Dia Maha Pengampun lagi Penyayang Mengampuni semua dosa Selain dosa menduakan-Nya Siksanya pun hanya untuk kaum durhaka Mendustakan nabi dan berpaling darinya
Surga-Nya seluas jagad raya Surga abadi negeri bahagia Penghuninya bak raja-raja Di istana terbuat dari emas, perak dan mutiara Sungai-sungainya air yang jernih, madu dan susu manis terasa Burung-burung beterbangan menawarkan dirinya Untuk disantap oleh raja istana Pohon-pohon nan rindang berbuah lezat luar biasa Awan yang anggun menghujankan yang dipinta dan yang dicita
Panorama indah, aneka warna dan aroma Para penghuninya sangat mempesona Suami tampan gagah perkasa di 33 istri-istri juwita yang melebihi bidadari juwita Bidadari rupawan bagaikan intan permata Selamanya tetap seorang dara Selamanya muda takkan pernah menua
Para sahaya, anak-anak kekal bertebaran bak mutiara Tak ada caci, tak ada cerca Yang berkata hanya, “salaman, salaman” Tak ada duka, tak ada derita Yang ada hanya bahagia, bahagia
Pada puncaknya Datanglah Sang Maha Esa Di setiap awaktu yang dikehendaki-Nya Menjenguk hamba-hambaNya yang setia Di pesta cahaya dan singgasana Memberi salam pertanda cinta Berjanji takkan murka selamanya Menyingkap selendang tabir keangkuhan-Nya Menampakkan wajah nan indah mempesona
Keagungan di atas keagungan, di atas keagungan Memberi pemandangan bahagia tiada tara
Bahagia diatas bahagia, diatas seluruh bahagia Hidup abadi, bahagia selamanya
Kondom, Ka o en de o em. Fiuuuhh
sungguh sebuah kata yang dahulu terasa begitu tabu dan sulit untuk mengucapkannya,
namun kata inilah yang akhir-akhir ini sedang santer terdengar karena begitu
sering disuarakan oleh pihak-pihak yang pro dan kontra dengan sebuah pekan yang
begitu sensasional dan penuh dengan kontroversi.
Bagaimana tidak, pekan kondom yang
digelar sejak tanggal 1 Desember atau bertepatan dengan hari HIV AIDS sedunia
ini dan akan berlangsung sampai satu pekan ke depan, itu artinya pekan kondom
ini akan berakhir di tanggal 7 Desember 2013 tahun ini. Kondom, sebuah benda
yang katanya “alat kesehatan” ini bahkan belum pernah kuketahui seperti apa
wujudnya, ah mungkin lebih tepatnya dikatakan sebagai “alat kesetanan” BUKAN “alat kesehatan”
Apa pendapatmu tentang ini? Mereka
yang mendukung diadakannya pekan kondom nasional ini beranggapan bahwa dengan diadakannya pekan kondom ini maka
diharapkan akan mengurangi resiko tertularnya HIV yang menyebabkan penyakit
yang konon hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya ini,
dengan asumsi bahwa dengan memakai kondom maka para pelaku seks ‘berisiko’ akan
dapat tercegah dari terinfeksi virus yang sangat berbahaya ini. Dalam pekan
kondom ini pula dihadirkan seorang model yang didaulat sebagai maskot pekan
kondom ini, seorang artis tepatnya penyanyi dangdut yang jelas-jelas termasuk
salah satu icon artis yang sangat terkenal ‘ hot’ ini dipajang dengan pose
super sexy-nya di bus yang digunakan sebagai kendaraan keliling pada pekan raya
kondom yang digelar selama 7 hari tersebut.
Selanjutnya kabar terbaru
memberitakan bahwa pekan kondom ini ‘dirayakan’ dengan adanya pembagian kondom
gratis dijalan raya dan bahkan dikampus-kampus, inilah hal yang tidak dapat
diterima oleh akal sehat saya, apa sebenarnya maksud dan tujuan dari pembagian
kondom gratis ini? Apalagi penerimanya adalah masyarakat umum dan
mahasiswa-mahasiswa yang notabene belum memiliki pasangan hidup yang sah. Apa
coba maksudnya? Tidakkah hal ini kemudian membangun asumsi bahwa pekan kondom
ini adalah pekan dimana mereka yang mengadakan dan mendukungnya bersuara bahwa:
“silahkan
saja kalian melakukan seks bebas semau kalian, dengan siapa saja yang kalian
inginkan, kapan saja dan dimana saja kalian mau, ASALKAN jangan lupa
menggunakan kondom sebagai alat penyelamatan dari resiko tertular HIV atau
kehamilan yang tidak diinginkan”.
Sungguh tak habis pikir saya akan hal
ini. Tidakkah ini akan menciptkan anggapan bahwa seks bebas itu adalah hal yang
legal dan boleh-boleh saja asalkan safety? Tidakkah ini artinya pemerintah kita
yang katanya siap menggelontorkan dana sebesar Rp. 25 Milyar untuk diadakannya
pekan kondom yang dilaksanakan setiap tahun selama satu minggu ini dengan kata
lain menghalalkan seks bebas di negara ini? Sebagai bentuk persetujuan atas
legalisasi zina? Telah begitu piciknya kah pikiran para petinggi negeri ini?
Sehingga tidak memikirkan cara lain yang akan jauh lebih efektif ketimbang
mengadakan pekan kondom nasional yang menurut saya hanya akan semakin
memperburuk keadaan, yeah tidak berlebihan rasanya kalo saya katakan bahwa ini
adalah pekan GAGAL. Sama sekali tidak efektif. Karna bagi saya, bukan HIV nya
yang dicegah, tapi perilaku seks bebas nya lah yang harus dicegah, moralitas
bangsa inilah yang harus dibenahi.
Dan tidakkah dana sebesar itu akan
lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk hal lain yang jauh lebih berguna
ketimbang untuk membeli dan membagi-bagikan kondom gratis kepada khalayak yang
tidak layak? Bukankah negeri kita ini tidak sedang kebanjiran dana sehingga bingung
bagaimana mengelolanya? Bukankah masih begitu banyak kekurangan diberbagai
aspek kehidupan yang membutuhkan banyak dana? Bukankah masih segudang tugas dan
tanggung jawab pemerintah yang menuntut banyak biaya?
Maka pantaslah jika moment ini begitu
ditentang habis-habisan oleh mereka (termasuk saya) yang berpendapat bahwa
dengan diadakannya pekan kondom nasional ini malah hanya akan membentuk mindset
nyasar bin sesat dikalangan masyarakat kaum liberalis yang pola hidupnya
terlalu terpengaruh oleh budaya barat yang menganut prinsip kebebasan, yang tidak
beranggapan bahwa prilaku seks bebas adalah sebuah hal yang sangat buruk dan
sama sekali tidak dapat ditolerir apapun alasannya. Jika dalam hal ini saya
berbicara dengan menggunakan kacamata akidah saya, maka sudah jelas sekali
bahwa prilaku free seks adalah hal yang amat sangat dilarang dan dikecam,
jangankan sampai melakukan seks bebas (zina) dan berganti-ganti pasangan, mendekatinya
saja adalah sebuah hal yang tercela dan
merupakan jalan yang sesat. Maka islam melakukan pencegahan dengan hukuman yang
sangat berat bagi para pelakunya, dicambuk sebanyak 100 x bagi pelaku seks yang
belum pernah menikah kemudian dipisahkan dan diasingkan ketempat yang cukup
jauh selama satu tahun. sedangkan bagi mereka yang melakukan seks padahal sudah
menikah dan atau sudah pernah menikah sebelumnya maka hukumannya lebih berat
lagi, yaitu dirajam (dikubur setengah badan lalu dilempari batu hingga mati). Begitulah
cara islam mencegah terjadinya seks bebas yang akibatnya sangat fatal ini,
bukan dengan menggembar-gemborkan pekan kondom nasional sebagai peringatan hari
HIV sedunia dengan pembagian kondom secara ‘sembarangan’.
Bencana yang tuhan turunkan berupa
hilangnya daya tahan tubuh, dan segala bentuk usaha pengobatan yang terasa
sia-sia adalah bukan tanpa alasan, itu adalah salah satu bukti kebesaran tuhan,
sebagai akibat dari kebebasan yang dicerna sebagai kemaksiatan.
Astaghfirullahal adziim.
So, bukan kondom solusinya, tapi moralitas
bangsa lah yang menjadi kuncinya, mari tingkatkan ketaqwaan, itulah
satu-satunya jalan keselamatan.
say "NO" to Free Sex
Yang menulis tidak
lebih baik dari yang membaca, maka marilah kita berdoa “Semoga allah senantiasa
memberi kita petunjuk kepada jalan kebenaran, dan semoga allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjauhkan
kita dari hal-hal yang menyulut murkaNya, sehingga kita terhindar dari kutukan
dosa yang berakibat bencana. Amin yaa robbal alamiiin. Allahummaghfirlii wa
atuubu ilaiik”
Ngantuk sih sebenernya, tapi lagi pengen nulis. Dan udah lama sebenernya kepending terus yang pengen ditulis ini.
Ini masih tentang murid-muridku, yang setiap hari menghiasi dunia belajarku. Selalu saja ada tingkah polah mereka yang menggelitik. Entah itu lucu, unik, aneh, membuatku geregetan, gemes bahkan bangga. Seperti yang satu ini. Lucu, mengharukan dan membuat bangga...
Air adalah unsur penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, dalam hal ini yang saya maksud adalah "minum". Sudah banyak orang tahu bahwa minum bahkan lebih penting dari makan. Karna manusia dapat bertahan hidup tanpa makan untuk kurun waktu yg singkat, tapi tidak dapat bertahan hidup lebih lama tanpa minum. Dehidrasi itu bahaya Jenderal!!
Sebelumnya saya sarankan agar jangan pernah sekali-sekali melakukan adegan minum dalam keadaan berdiri dihadapan persaksian murid-muridku. you know why? karna hal itu akan secara spontan memancing mereka untuk menceramahi siapapun itu yang kedapatan minum sambil berdiri didepan mereka. Sebagaimana adegan dalam gambar dibawah ini:
Berawal dari sebuah hadits yang kutemukan dan kubaca di buku panduan materi tambahan santri-santri TPQ tentang larangan minum sambil berdiri yang kurang lebih seperti ini tulisannya "Laa yassrrobanna ahadumminkum qooimaa, famannasiya fal'yastaqi " artinya "janganlah sekali-kali diantara kalian minum sambil berdiri, maka barang siapa yang lupa hendaklah ia memuntahkannya" (H.R Muslim) ini penggalan dari teks haditnya dalam bahasa arab.
Terjemahan: Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: ”Janganlah salah seorangpun dari kalian minum sambil berdiri”. (HR. Muslim).
Footnote:
(shahih) HR. Muslim no. 2026.
Yup, dari hadits diatas, jelaslah sudah bahwa, selain minum dan makan itu tidak dianjurkan jika memakai tangan kiri, lebih jauh dari itu, ternyata minum dan makan sambil berdiri pun sangat tidak disarankan dalam ajaran agama islam. so, jangan sekali-kali anda mempraktikkannya.
Memang sudah menjadi bagian dari sistim pembelajaran kami dalam rangka memenuhi kebutuhan rohaniah para santri ditempat yang kubina, dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan mereka di ranah ilmu agama, maka kami menerapkan metode pembelajaran dengan mengenalkan mereka berbagai hadits yang memang sudah terkategorikan sebagai hadits yang cukup kuat untuk dijadikan rujukan/sandaran. tentunya semua itu dilihat dari tingkat keshohihan dari hadits-hadits tersebut. dan selain itu, para santri pun mendapatkan tambahan-tambahan materi lainnya seperti hafalan surat-surat Al-Qur'an, do'a do'a harian, bacaan dan praktek sholat, wudhu dll.
Karna target yang ingin kami capai memang "one day one hadits", maka sedapat mungkin saya mencarikan hadits-hadits yang tidak terlalu panjang, mudah diingat dan akan dapat segera mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka untuk membuat mereka mudah dalam memahami kalimat hadits ini secara kontekstual, dan dengan tujuan agar mereka mudah dalam mengingat dan menghafalkannya, dan karna hadist ini mengandung kata "janganlah sekali-kali" , yang bisa saja membuat mereka miss understanding dalam memahami maksud yang sebenarnya, karna bisa jadi yang sebenarnya maksud dari hadits ini adalah "jangan pernah kamu walaupun hanya sekali minum sambil berdiri........tapi malah mereka tafsirkan sebagai "jangan hanya sekali kalian minum sambil berdiri, jadi kalo berkali-kali boleh, hahaha kan bisa saja salah tafsir begitu. namanya juga anak-anak. belum bisa sepenuhnya memahami tata bahasa orang dewasa. jadilah aku edit sedikit arti dari hadits tersebut dan aku singkat beberapa katanya namun tidak sampai merubah dan menyalahi makna sesungguhnya dari maksud hadits tersebut. Maka kurang lebih seperti inilah artinya :
"Janganlah kamu minum sambil berdiri, maka barang siapa yang lupa hendak lupa, hendaklah ia memuntahkannya" H.R Muslim.
Dengan tujuan agar mereka punya alasan yang kuat untuk menerapkan dan menjalankan sebuah hukum dan peraturan, dan bukan sekedar menuh-menuhin isi kepala mereka dengan hafalan, maka alangkah sangat baiknya jika mereka mempunyai dalil (bukti) yang kuat sebagai landasan atas apa yang mereka amalkan. dan bagaimana mungkin mereka bisa merasa kuat jika suatu saat ada yang bertanya pada mereka mengapa gak boleh begini, mengapa harus begitu, mengapa ini mengapa itu, jika mereka sendiri tidak dapat membacakan, menuliskan atau menunjukan apa yang menjadi dasar perbuatan mereka tersebut. nah karna alasan inilah akhirnya aku mencoba menetapkan sistem pembelajaran yang salah satunya adalah "hafalan".
Tak butuh waktu lama bagi anak-anak untuk menyimpan hadits ini didalam kepalanya, cukup satu kali pertemuan saja untuk membuat mereka memahami dan menghafal hadits ini, apalagi aku selalu membiasakan untuk membantu mereka memudahkan setiap materi hadits yang memang kurasa penting untuk mereka hafal dengan cara memberikan isyarat gerakan pada setiap kata yang mereka hafalkan, jadi selain mendengar mereka pun melihat, perpaduan antara audio visual dan kinestetis, dengan begitu mereka akan lebih mudah dalam menghafal, walaupun ada saja beberapa anak ada yang baru bisa menghafalnya di pertemuan selanjutnya. tapi tetap cara ini menurutku cukup efektif dan mudah untuk diterapkan. tujhingga pada akhirnya hampir semua dari mereka saat ini telah hafal didalam kepala akan hadits yang kini sangat populer dan tak asing lagi ditelinga para santri-santriku bahkan bagi seluruh keluarga mereka. bagaimana tidak, setelah hadits ini berhasil tertanam diotak mereka, sejak itulah mereka tidak akan pernah sekali-kali membiarkan temannya, saudaranya, kakaknya, adiknya, tetangganya bahkan orangtuanya untuk minum sambil berdiri, tanpa mereka ceramahi dengan mengumandangkan keras-keras hadits larangan minum itu. awalnya karna memang sudah kubiasakan, setiap kali mendapati mereka sedang minum sambil berdiri, maka segera saja kuingatkan "hayooo lupaa yaaa kan ada haditsnya gak boleh minum sambil berdiri "laa yasrobanna ahadum.....akhirnya mereka pun serta merta mencari tempat duduk untuk melanjutkan minumnya atau bahkan tak jarang langsung mereka muntahkan apa yang sudah terlanjur ada didalam mulutnya, yeah persis seeperti yang disabdakan nabi dalam haditsnya. dan sejak itu mereka selalu meniru apa yang pernah kulakukan, itu karna anak-anak adalah peniru ulung, apapun yang dilakukan orang dewasa akan dengan mudah mereka ikuti. maka demikianlah yang terjadi . contoh : pernah suatu ketika seorang anak (sebut saja namanya Ilham memergoki teman sebayanya yang sebut saja namanya Koko minum sambil berdiri, mungkin dia lupa, karna sebelum mereka tahu akan hadits larangan minum berdiri tersebut memang sudah menjadi kebiasaan mereka sehari-hari minum dalam berbagai posisi. teriaklah keras-keras Ilham sambil menunjuk Koko "Laa yasrobanna ahadum.....dan selanjutnya lengkap beserta artinya dan periwayatnya. merasa diingatkan oleh temannya maka buru-buru Koko duduk tersipu malu ambil sambil berkata 'oia lupa hehe" begitupun yang lainnya, bahkan dikeluarganya, tak jarang ayah ibu nya merasa malu karna sering diprotes dan dibacakan hadits oleh anaknya yang kecil manakala mereka minum sambil berdiri dihadapan anaknya. tanpa penolakan, mereka kemudian berkata 'oo emang gak boleh yaa de? waah ayah koq baru tau yaa? yaudah deh ayah duduk minumnya. kamu koq pinter banget si dek? nampak sekali aura bangga terpancar dari wajah orangtuanya. dan kebiasaan lama pun diubah sudah. no more standing drinking.
Yeah itulah sebagian dari tingkah anak-anak didikku yang cukup membuatku terharu bahkan bangga. ternyata tak mudah membiasakan mereka akan hal-hal positif yang memang sesuai tuntunan dan ajaran agama. bukan hanya itu, karna mereka tahu bahwa minum berdiri itu tidak dianjurkan bahkan dilarang, akhirnya mereka pun menerapkan hal yang sama terhadap makan. hanya saja karna dalam hadits itu pengkhususannya hanya untuk minum, dan tidak dijelaskan lebih banyak tentang makan, akhirnya mereka menyimpulkan sendiri bahwa makan pun sama halnya dengan minum. tidak boleh sambil berdiri. nah berhubung mereka belum tau dan belum hafal haditsnya secara verbal, maka jadilah mereka seenak jidatnya ngarang hadits sendiri. maka ketika mereka melihat siapapun makan sambil berdiri, dengan cepat mereka berkata : "Laa yasMAKANna ahadumminkum qooimaa, famannasiya falyastaqi" 'janganlah kamu makan sambil berdiri maka barang siapa yang lupa hendaklah ia memuntakannya" dan lebih dari itu mereka 'kreatif dalam mengarang hadits, pernah suatu ketika kakakku menyusui anaknya (keponakanku) yang masih berumur 7 bulan dalam keadaan berdiri, maka seorang anak tiba-tiba berseru :
"Laa yasMIMInna ahadumminkum qooimaa, famannasiya falyastaqi" Janganlah ade bayi mimi sambil berdiri, maka jika lupa hendaklah ade bayi memuntahkannya" (-____") wakakakakak geli sekali aku melihat tingkah mereka. namun jauh didasar lubuk hatiku aku senang, ketika menyaksikan mereka berhasil menerapkan, mengamalkan dan membiasakan apa yang aku ajarkan kepada mereka. karna memang itulah tujuanku sebenarnya. bukan sekedar membuat mereka tahu dan hafal, tapi bagaimana supaya mereka dapat mempraktikkannya dalam keseharian mereka dimanapun berada. subhanallah, walhamdulillah, semoga begitu selalu selamanya. ini rasa sukaku sebagai seorang guru yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh orang lain terutama yang bukan berperan sebagai seorang guru. karna memang bagiku, tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku sebagai guru, selain melihat anak didikku berhasil dengan baik mengaplikasikan ilmu atau apapun yang telah aku ajarkan. itu bayaran termahal bagiku sebagai guru. Dan peristiwa demi peristiwa yang nyata terjadi telah menginspirasiku untuk semakin lebih bersemangat lagi dalam menjadikan mereka anak-anak yang not only know and talk, but act and practice. dan dengan semua kejadian-kejadian itu aku merasa selalu diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang kiranya dapat menjadi contoh yang tidak baik bagi kelakuan-kelakuan yang akan menjadi habit mereka.
Ahya, mungkin untuk lebih jelasnya tentang hukum minum sambil berdiri dan apa saja hikmahnya bisa dibaca di link-link yang saya rekomendasikan dibawah ini, dan bagaimana dengan hukum makan sambil berdiri? silahkan cari tau juga lebih lanjut pada halaman-halaman berikut ini :
Wanita yg baik adalah wanita yang pandai mempergauli suaminya dengan baik dan taat kepada suaminya setelah taat kepada tuhannya. Rosulullah SAW memuji wanita yg berpekerti demikian dan menjadikannya sebagai wanita yg ideal dan pantas diperebutkan oleh lelaki untuk dijadikan istrinya. Rosulullah SAW pernah ditanya :"Siapakah wanita yg paling baik??" Beliau menjawab : " yaitu wanita yg menyenangkan suami bila suaminya memandangnya, taat kepada suami bila suami memerintahnya, tidak pernah menentang bila diinginkan oleh suaminya, dan tidak pernah menggunakan harta suaminya untuk hal-hal yang tidak disukai oleh suaminya".
Rosulullah mensyaratkan masuknya seorang wanita ke dalam surga itu dengan keridhoan suaminya, maka pandai-pandailah membuat suami ridho terhadap kita.
Diriwayatkan oleh Ummu Salamah yang telah mengatakan bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda :
"Wanita manapun yang meninggal dunia, sedang dia dalam keadaan diridhoi oleh suaminya, niscaya ia akan masuk surga"
untuk itu, jadilah diri anda wanita seperti itu, niscaya anda akan bahagia
Wahai Wanita, jadilah kau manusia yg paling bahagia karena agama dan etika, meskipun tanpa intan permata, emas berlian ataupun mutiara,,,,bersinarlah karna akhlakmu yg mulia :)
*semoga yg nulis postingan ini bisa menjadi wanita yg di ridhoi oleh suaminya aamiin
Alhamdulillah yah sahabat blogger semua....kita masih dapat bertatap layar didunia perblog-an ini, pastinya sih bagi saya tuh "sesuatu banget" ahihihihi ketularan demam syahroni
Sebelumnya tanpa mengenal kata terlambat..ijinkan saya beserta seluruh anggota keluarga saya termasuk para tetangga saya, Bapak RT Bapak RW mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Bathin,,maafin saya ya sahabats kalo saya terlalu banyak berbuat baik sama sahabats semua hohohoho,,harap dimaklumi,,karna saya masih termasuk turunan ke-8 Madid Musawaroh,manusia terlanjur kaya ahli Shodaqoh..
Sebenernya gatau harus posting tentang apa pada kesempitan eh kesempatan kali ini, hanya saja mungkin saya ingin sedikit meluruskan tentang sebuah fenomena yg sangat sering terjadi pada tiap ucapan di hari raya Idul Fitri dan atau setelahnya...
Sering dan masih banyak sekali sahabats yg mengirim Pesan Singkat atau Komentar atau wall yg berisikan ucapan Selamat Idul Fitri plus permohonan Maaf...namun alangkah sangat disayangkan, karena sebagian dari mereka masih ada yang belum memahami dan mengerti arti dan makna dari apa yg mereka ucapkan itu, bahkan tidak banyak eh tidak sedikit dari kita yg masih salah dalam penulisan dan pengucapannya...
Mungkin terlihat benar,namun jika diteliti secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat2nya, maka penulisannya masih "salah"...yah saya bilang salah....seperti ini salah satu contohnya :
"Selamat Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin,,coba anda perhatikan!!! kata mana dari kalimat tersebut yg salah dalam penulisannya??? ayooo yg mana ayooooo...siapa yg tau??????
Yups anda benar....(jiaaaaaaaaaaahh emang kapan jawabnya???) kesalahan terdapat pada "Aidzin" karna kata yg seharusnya adalah "Aaidin" ga pake "z" , jadi seharusnya "Minal Aaidin wal Faaidzin" bukan "Minal Aaidzin wal Faidzin"aaidin itu penulisan arabnya pake dal bukan dzal(dalam bahasa.arab salah satu huruf, kurang satu huruf, atau lebih satu huruf pun bisa mempengaruhi dan merubah arti dari kata tersebut) *cmiiw
Entah siapa yg pertama melakukan kekeliruan tersebut yg akhirnya menjadi kesalahan berantai dari tahun ke tahun, dan entah apa yg menyebabkan kesalahan tersebut bisa terjadi...bisa jadi karna kata yg terakhir Faaidzin jadi kedengerannya yg depannya itu hampir sama, makanya menjadilah aaidin jadi aaidzin...supaya sama-sama dzin belakangnya....xixixixixi, atau bisa jadi awalnya salah ketik kelebihan huruf, trus ga ketauan n ga diedit, alhasil langsung di-send, lalu yg menerima sms pun mengirimkan lagi ke temannya dan terus berlanjut dari satu hape ke hape lainnya....
Bahkan masih banyak di antara kita yg menyangka bahwa Kalimat "Minal Aidin Wal Faidzin itu artinya "Mohon Maaf Lahir Bathin"...Padahal sebenernya bukan..Arti kata Minal Aidin Wal Faidzin itu sepenggal kalimat yg terpotong dan ada sebagian Text yg hilang *some text missing, sehingga artinya menjadi "termasuk orang2 yg kembali dan yg menang", kalo ada yg bertemu kita di hari raya lantas serta merta mengucapkan "minal aidin yahh???? trus maksudnya apa coba??? hayoooo....ga nyambung n ga pas kaaann?? naahh makanya "teliti sebelum membeli" :P
Kesalahan yang sama pun sering terjadi pada kalimat istirja "innalillaahi wa inna ilaihi roo'jiuun,, terkadang sebagian orang malah mengatakan atau menuliskannya "innalillaahi wa inna lillahi roo'jiuun" perhatikan baik-baik kedua kalimat tersebut!!! sekilas memang sama padahal sesungguhnya berbeda..mentang2 depannya lillahi belakangnya jadi ikutan lillahi juga..hadeehh "kalimat pertama (kalimat yg benar) artinya "Sesungguhnya semuanya milik Allah, dan Sesungguhnya Kepada Allah lah semuanya kan kembali", kalimat yg kedua (yg salah) artinya "Sesungguhnya semuanya milik Allah, dan Sesungguhnya milik Allah lah semuanya kan kembali",
sekedar saran dan masukan...alangkah lebih baiknya dalam rangka tidak menyalahi arti dan makna dari Idul Fitri dan hikmah yg terkandung didalamnya, maka pengucapan yang lebih afdhol itu adalah :
Astaghfirullahal Adziim 3x ,Taqobbalallahu minnaa wa minkum syihamana wa shiyamakum, wa jaal'nallahu minal aaidin walfaaidzin..kullu'am wa antum bikhoir as'alukal afwan dzahiran wa bathinan.....
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin" #mari kembali kepada "Fitrah"
yg artinya " aku memohon ampun kepada Allah yg Maha Agung, Semoga Allah menerima puasa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yg kembali kepada "Fitrah" dan termasuk orang-orang yg mendapatkan kemenangan" Mohon Maaf Lahir dan Bathin
yaa mungkin itu saja kiranya yg bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat, kurang dan lebihnya saya mohon maaf lahir bathin...karna sesungguhnya "yg menulis "TIDAK" lebih baik dari yang membaca" :D
Abu Hurairah berkata " Rosulullah S.A.W menugaskanku untuk menjaga Zakat Ramadhan (Zakat Fitrah). Tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan mengambil segenggam makanan, Orang itu kutangkap dan kukatakan kepadanya "Kamu akan kulaporkan kepada Rosulullah S.A.W.
ia berkata " Aku ini benar-benar orang miskin yang mempunyai banyak tanggungan keluarga, aku sangat membutuhkan makanan" Aku lepaskan orang itu. Pagi harinya Rosulullah S.A.W bertanya "wahai abu hurairoh apa yg diperbuat tawananmu tadi malam?? aku menjawab : "wahai rosulullah, ia mengeluh sangat membutuhkan makanan, sedangkan ia mempunyai banyak tanggungan, karena itu aku kasihan kepadanya, lalu kulepaskan. Beliau bersabda "Sungguh ia berbohong kepadamu, dan dia akan datang lagi, aku percaya ia akan datang lagi karna rosulullah S.A.W telah mengatakan itu,
Pada malam berikutnya aku benar-benar berjaga, beberapa saat kemudian orang itu datang lagi dan mengambil segenggam makanan, aku berkata "sungguh Kamu akan kulaporkan kepada Rosulullah S.A.W.
ia berkata " Aku ini benar-benar orang miskin yang mempunyai banyak tanggungan keluarga, aku sangat membutuhkan makanan" mendengarnya berkata begitu maka aku merasa tak tega lalu kulepaskan orang itu. Pagi harinya Rosulullah S.A.W bertanya "wahai abu hurairoh apa yg diperbuat tawananmu tadi malam?? aku menjawab : "wahai rosulullah, ia mengeluh sangat membutuhkan makanan, sedangkan ia mempunyai banyak tanggungan, karena itu aku kasihan kepadanya, lalu kulepaskan. Beliau bersabda "Sungguh ia berbohong kepadamu, dan dia akan kembali lagi,
Pada malam ketiga aku benar-benar berjaga, tak lama kemudian orang itu datang lagi dan mengambil segenggam makanan, aku berkata "sungguh, kali ini Kamu akan kulaporkan kepada Rosulullah S.A.W. kamu benar-benar sudah keterlaluan, ini perbuatanmu yg ketiga kalinya, kamu sudah berjanji untuk tidak akan mengulangi, tapi ternyata kamu mengulangi lagi, dia berkata "Lepaskan aku, aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang bermanfaat bagimu, " aku bertanya " kalimat-kalimat apakah itu? dia berkata " apabila kamu hendak tidur, maka bacalah ayat kursi, pasti Allah akan selalu menjagamu dan setan tidak akan berani mendekatimu sampai waktu pagi"
lalu aku melepaskan orang itu....
Pagi harinya, Rosulullah S.A.W bertanya kepadaku " apa yg diperbuat oleh tawananmu malam tadi? aku menjawab " Wahai Rosullullah, dia mengajariku beberapa kalimat yang katanya bermanfaat, maka aku melepaskannya, beliau bertanya " kalimat-kalimat apakah itu? aku berkata " ia bilang, apabila kamu hendak tidur, maka bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. dia berkata maka Allah pasti akan selalu menjagamu dan setan tidak akan berani mendekatimu sampai waktu pagi " Nabi bersabda " Sesungguhnya dia berkata benar kepadamu meskipun dia pembohong" tahukah kamu siapakah yang datang kepadamu selama tiga malam itu, wahai Abu Hurairoh?? aku menjawab "tidak, Beliau bersabda, "dia adalah Setan "(H.R Bukhari)
Hai Sahabat Bloggers, gimana kabarnya?? pada sehat kan?? Alhamdulillah Karna kasih sayang Allah dan berkat do'a dari sahabat semua saya sudah sehat dan dapat kembali berselancar di dunia maya dan dunia blog :)
Pengajar ilmu FIQH pernah membahas bahwa “Tidak ada hadits yang menyatakan bahwa berbukalah dengan yang manis”. Itu bukanlah hadits dan hanyalah sebuah isu yang beredar dan menjadi kesalahan sebagian besar umat muslim. Karena yang disunnahkan adalah kurma. Mentang-mentang kurma itu manis, kemudian menghubungkan dengan berbukalah dengan makanan yang manis. Tentu tidak bisa disamakan. Klopun diperintahkan untuk berbuka dengan yang manis, maka mungkin itu artinya berbukalah dengan 'saya', karna kebetulan saya manis *wadezigh
Dinyatakan bahwa berbuka itu dengan 3 tahap:
1. Berbuka dengan kurma setengah matang, terkenal dengan sebutan “Ruthab”. [tidak beredar di tanah air]
2. Jika 1 tidak ada, maka berbuka dengan kurma matang, terkenal dengan sebutan “Tamar”.
3. Jika 1&2 tidak ada, maka berbukalah dengan “air putih”. (bukan yang manis)
Tinjauan dari sudut pandang sains:
Penelitian di Cina telah berhasil memberikan suatu kesimpulan, bahwa dalam keadaan perut (lambung) kosong akan tidak baik jika memulai dengan hal yang manis. Kandungan di dalamnya akan merusak kesehatan secara “perlahan”. Sudah tentu kurma itu sangat berbeda dengan makanan manis yang lain. Dan kesimpulan menyatakan daripada makanan manis, jelas bahwa air putih itu jauh lebih baik bagi kesehatan untuk berbuka pertama kali. Lambung tidak kaget dan dinetralisir terlebih dahulu.
Dan memang sangat cocok dengan hadits berikut:
Salman bin Amir Ad Dhabiy Ash Shahabiy ra. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Jika seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air, karena sesungguhnya air itu dapat membersihkan (mensucikan).” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Dia berkata, “hadits ini hasan shahih”) Anas bin Malik berkata: “Adalah Nabi berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat (Maghrib), bila tidak ada ruthab maka dengan tamr (kurma yang matang), bila tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Daruquthni, dengan sanad shahih)
Jadi intinya: "jangan mudah menerima suatu pernyataan tanpa mengetahui seluk beluk dan asal muasal perkataan itu, harus diteliti dulu sumbernya *CMIIW
Kalian yg muslim tentunya sudah sangat familiar dengan Asmaul husna, bahkan saya yakin diantara kalian pasti sudah ada yg hafal akan seluruh nama-nama Allah yg indah ini, dan mempergunakannya sebagai Do’a keseharian, banyak juga diantara kita yg namanya diambil dari salah satu dari nama-nama Allah yg indah ini. Kata Asma'ul Husna berasal dari bahasa arab : Asma (Nama-nama) dan Husna (yang baik)
Nah bagi yg ingin memperdalam tentang asma’ul husna atau mungkin ingin menghafalnya diluar kepala, saya beri dukungan seratus juta persen untuk niat mulia anda, karna keagungan namanya memiliki banyak keutamaan dan manfaat, kalian bisa ketahui dari sini, sini, atau dari sini
Allah SWT berfirman: “Dia telah mengajari Adam seluruh nama” (Al –Baqarah [2]: 31)
“Dan milik Allah-lah nama – nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama – nama tersebut” (Al – A`raaf [7]: 180)
Rasulullah SAW bersabda, “Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu; barang siapa memahaminya akan masuk surga.” (Shahiih Bukhaari, ShahiihMuslim).
Tentunya dalam memahaminya tidak hanya dengan ucapan saja tetapi juga dengan perbuatan dan tingkah laku kita.
Arti dari Nama-Nama Allah dalam Asma'ul Husna
Allah
ALLAH adalah al-ism al – a`zham, nama teragung, yang mencakup semua sifat Allah.
1. Ar – Rahmaan (Maha Pemurah) 2. Ar – Rahiim (Maha Penyayang) 3. Al – Malik (Maharaja) 4. Al – Qudduus (Maha Suci) 5. As – Salaam (Maha Sejahtera, Yang Memberikan Kesejahteraan) 6. Al – Mu’min (Maha Mengaruniakan Keamanan) 7. Al – Muhaymin (Maha Memelihara, Yang Maha Melindungi) 8. Al – ‘Aziiz (Maha Perkasa) 9. Al – Jabbaar (Yang Maha Berkuasa, Maha Memaksa) 10. Al – Mutakabbir (Maha Megah, Yang Mempunyai Keagungan dan Kesombongan) 11. Al – Khaaliq (Maha Pencipta) 12. Al – Baari’ (Maha Mengadakan, Yang Merencanakan Segala Sesuatu) 13. Al – Mushawwir (Maha Pembentuk) 14. Al – Ghaffaar (Maha Pengampun) 15. Al – Qahhaar (Maha Mengalahkan) 16. Al – Wahhaab (Maha Pemberi) 17. Ar – Razzaaq (Maha Pemberi Rezeki) 18. Al – Fattaah (Maha Pembuka, Yang Menghilangkan Kesulitan dan Pemberi Keputusan) 19. Al – ‘Aliim (Maha Mengetahui) 20. Al – Qaabidh (Maha Menyempitkan) 21. Al – Baasith (Maha Melapangkan) 22. Al – Khaafidh (Maha Merendahkan, Yang Menghinakan Seseorang) 23. Ar – Raafi` (Maha Meninggikan Derajat Seseorang) 24. Al – Mu`izzu (Maha Memuliakan, Yang Memberikan Kemuliaan) 25. Al – Mudzillu (Maha Menghinakan) 26. Al – Samii’ (Maha Mendengar) 27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu) 28. Al – Hakam (Maha Menetapkan Segala Hukum) 29. Al – ‘Adl (Maha Adil) 30. Al – Lathiif (Maha Halus, Maha Lembut, Maha Mengasihi) 31. Al – Khabiir (Maha Mengetahui) 32. Al – Haliim (Maha Penyantun) 33. Al - ‘Azhiim (Maha Agung) 34. Al – Ghafuur (Maha Pengampun, Maha Mengampuni) 35. Asy – Syakuur (Maha Mensyukuri) 36. Al – ‘Aliiyy (Maha Tinggi) 37. Al – Kabiir (Maha Besar) 38. Al – Hafiizh (Maha Pelestari, Maha Memelihara, Maha Melindungi) 39. Al – Muqiit (Maha Pemelihara, Maha Memberi Rezeki dan Kekuatan) 40. Al – Hasiib (Maha Penghitung) 41. Al – Jaliil (Maha Agung, Maha Tinggi dan Mulia) 42. Al – Kariim (Maha Dermawan, Maha Pemurah) 43. Ar – Raqiib (Maha Mengawasi, Maha Mengamati) 44. Al – Mujiib (Maha Mengabulkan) 45. Al – Waasi` (Maha Luas) 46. Al – Hakiim (Maha Bijaksana) 47. Al – Waduud (Maha Pecinta) 48. Al – Majiid (Maha Mulia) 49. Al – Baa’its (Maha Membangkitkan) 50. Asy – Syahiid (Maha Menyaksikan) 51. Al – Haqq (Maha Benar) 52. Al – Wakiil (Maha Memelihara, Maha Mencukupi) 53. Al – Qawiyy (Maha Kuat) 54. Al – Matiin (Maha Kukuh, Maha Sempurna Kekuatannya) 55. Al – Waliyy (Maha Melindungi, Maha Menolong dan Mengendalikan) 56. Al – Hamiid (Maha Terpuji) 57. Al – Muhshiy (Maha Pencatat, Maha Memperhitungkan Setiap Amalan) 58. Al – Mubdi’u (Maha Memulai Segala Sesuatu) 59. Al – Mu`iid (Maha Mengulangi Kejadian) 60. Al – Muhyii (Maha Memberi Kehidupan) 61. Al – Mumiit (Maha Mematikan Makhluk-Nya) 62. Al – Hayy (Maha Hidup) 63. Al – Qayyuum (Maha Mandiri) 64. Al – Waajid (Maha Kaya) 65. Al – Maajid (Maha Mulia, Maha Agung dan Tinggi) 66. Al – Waahid (Maha Esa) 67. Al – Ahad (Maha Satu) 68. Ash – Shamad (Maha Dibutuhkan) 69. Al – Qaadir (Maha Kuasa) 70. Al – Muqtadir (Maha Menentukan) 71. Al – Muqaddim (Maha Mendahulukan) 72. Al – Mu’akhkhir ( Maha Mengakhirkan) 73. Al – Awwal (Maha Awal, Yang Tidak Berpermulaan) 74. Al – Aakhir (Maha Akhir) 75. Azh – Zhaahir (Maha Nyata) 76. Al – Baathin (Maha Tersembunyi) 77. Al – Waaliy (Maha Memerintah, Yang Menguasai Segala Urusan) 78. Al – Muta`aaliy (Maha Tinggi) 79. Al – Barr (Maha Baik, Maha Kebajikan) 80. At – Tawwaab (Maha Penerima Taubat) 81. Al – Muntaqim (Maha Pembalas) 82. Al - `Afuww (Maha Pemaaf, Maha Mengampuni) 83. Ar – Ra’uuf (Maha Pengasih) 84. Maalikul – Mulk (Maha Menguasai Kerajaan) 85. Dzul – Jalaali Wal – Ikraam (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemulian) 86. Al – Muqsith (Maha Mengadili) 87. Al – Jaami` (Maha Mengumpulkan) 88. Al – Ghaniiyy (Maha Kaya) 89. Al – Mughniiy (Maha Pemberi Kekayaan) 90. Al – Maani` (Maha Mencegah, Maha Menolak) 91. Al – Dhaarr (Maha Pemberi Bahaya) 92. An – Naafi` (Maha Pemberi Manfaat) 93. An – Nuur ( Maha Bercahaya) 94. Al – Haadii (Maha Pemberi Petunjuk) 95. Al – Badii` (Maha Pencipta Yang Baru) 96. Al – Baaqiiy (Maha Kekal) 97. Al – Waarist (Maha Mewarisi) 98. Ar – Rasyiid (Maha Pandai) 99. Ash – Shabuur (Maha Penyabar)
Dari Abu Sa`id dan Abu Hurairah ra. Rosulullah Bersabda :"Seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan, bahkan sampai yang tertusuk duri pun niscaya Allah akan menebus dosanya dengan apa yang menimpanya itu " (Muttafaq'alaih)
Sohibbloggers yg berbahagia, jadi kalo kita ditimpa musibah, kecil ataupun besar, ringan ataupun berat, maka bersabarlah, ikhlaslah!! karena sesungguhnya itu adalah cara Allah menghapus dosa-dosa kita.
Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padaMulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya 'arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda.
Hai Sahabat Bloggers, ketemu lagi sama aku makhluk tuhan paling bawel :D
postingan kali ini aku mau bahas masalah perbedaan jumlah dalam sholat tarawih mau tau gak kenapa jumlah roka'atnya bisa berbeda-beda?? mau tauu??
Beli ikan buat masak-masak mari silahkan disimak :)
Kata tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwih, yang berasal dari kata raha yang artinya “mengambil istirahat“. Shalat ini disebut shalat tarawih, karena orang yang menjalankan shalat ini mengambil istirahat sejenak setelah selesai salat sunnah ba’da isya dua rakaat.
Sebenarnya shalat tarawih yang dilakukan di bulan Ramadhan merupakan shalat tahajjud yang dilaksanakan pada bulan-bulan biasa. Dengan kata lain, shalat tahajjud yang dilaksanakan dalam bulan Ramadhan itulah yang akhirnya menjelma menjadi shalat tarawih sekarang ini.
Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak Shalat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat menganjurkan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih)
Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islam secara turun temurun mengamalkan anjuran Rasulullah ini. Alhamdulillah. Tapi sayang, dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan di beberapa hal yang kadang mengganggu ikatan ukhuwah di kalangan umat. Seharusnya itu tak boleh terjadi jika umat tahu sejarah disyariatkannya shalat tarawih.
Pada awalnya shalat tarawih dilaksanakan Nabi saw. dengan sebagian sahabat secara berjamaah di Masjid Nabawi. Namun setelah berjalan tiga malam, Nabi membiarkan para sahabat melakukan Shalat Tarawih secara sendiri-sendiri. Hingga dikemudian hari, ketika menjadi Khalifah, Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena shalat tarawih terpencar-pencar di dalam Masjid Nabawi. Terbersit di benak Umar untuk menyatukannya.Umar memerintahkan Ubay bin Kaab untuk memimpin para sahabat melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah. ‘Aisyah menceritakan kisah ini seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Untuk selengkapnya silahkan lihat Al-Lu’lu War Marjan: 436. berdasarkan riwayat itulah kemudian para ulama sepakat menetapkan bahwa shalat tarawih secara berjamaah adalah sunnah.
Bahkan, para wanita pun dibolehkan ikut berjamaah di masjid, padahal biasanya mereka dianjurkan untuk melaksanakan shalat wajib di rumah masing-masing. Tentu saja ada syarat: harus memperhatikan etika ketika di luar rumah. Yang pasti, jika tidak ke masjid ia tidak berkesempatan atau tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah, maka kepergiannya ke masjid tentu akan memperoleh kebaikan yang banyak.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Berapa rakaat shalat tarawih para sahabat yang diimami oleh Ubay bin Kaab? Hadits tentang kisah itu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tidak menjelaskan hal ini.
Begitu juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah. Hanya menyebut Rasulullah saw. shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat selama tiga malam. Berapa rakaatnya, tidak dijelaskan. Hanya ditegaskan bahwa tidak ada perbedaan jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Jadi, hadits ini konteksnya lebih kepada shalat malam secara umum. Maka tak heran jika para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil untuk shalat malam secara umum.
Misalnya, Iman Bukhari memasukkan hadits ini ke dalam Bab Shalat Tahajjud. Iman Malik di Bab Shalat Witir Nabi saw. (Lihat Fathul Bari 4/250 dan Muwattha’ 141).
Inilah yang kemudian memunculkan perbedaan jumlah rakaat. Ada yang menyebut 11, 13, 21, 23, 36, bahkan 39. Ada yang berpegang pada hadits ‘Aisyah dalam Fathul Bari,
“Nabi tidak pernah melakukan shalat malam lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.”
Sebagian berpegang pada riwayat bahwa Umar bin Khattab (seperti yang tertera di Muwattha’ Imam Malik) menyuruh Ubay bin Kaab dan Tamim Ad-Dari untuk melaksanakan shalat tarawih 11 rakaat dengan rakaat-rakaat yang panjang. Namun dalam riwayat Yazid bin Ar-Rumman dikabarkan jumlah rakaat shalat tarawih yang dilaksanakan di zaman Umar adalah 23 rakaat.
Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, Imam At-Tirmidzi menyatakan bahwa Sayyidina Umar.ra, Sayyidina Ali.ra, dan sahabat lainnya melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat selain witir.
Pendapat ini didukung Imam At-Tsauri, Imam Ibnu Mubarak, dan Imam Asy-Syafi’i.
Di Fathul Bari ditulis bahwa di masa Umar bin Abdul Aziz, kaum muslimin shalat tarawih hingga 36 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Imam Malik berkata bahwa hal itu telah lama dilaksanakan.
Masih di Fathul Bari, Imam Syafi’i dalam riwayat Az-Za’farani mengatakan bahwa ia sempat menyaksikan umat Islam melaksanakan shalat tarawih di Madinah dengan 39 rakaat dan di Makkah 33 rakaat. Menurut Imam Syafi’i, jumlah rakaat shalat tarawih memang memiliki kelonggaran.
Dari keterangan di atas, jelas akar persoalan shalat tarawih bukan pada jumlah rakaat. Tapi, pada kualitas rakaat yang akan dikerjakan. Ibnu Hajar berkata, “Perbedaan yang terjadi dalam jumlah rakaat tarawih mucul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Jika dalam mendirikannya dengan rakaat-rakaat yang panjang, maka berakibat pada sedikitnya jumlah rakaat; dan demikian sebaliknya.”
Imam Syafi’i berkata, “Jika shalatnya panjang dan jumlah rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek, jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku, sekalipun aku lebih senang pada yang pertama.” Selanjutnya beliau mengatakan bahwa orang yang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan 3 witir dia telah mencontoh Rasulullah, sedangkan yang menjalankan tarawih 23 rakaat mereka telah mencontoh Sayyidina Umar.ra, generasi sahabat dan Tabi’in. Bahkan, menurut Imam Malik, hal itu telah berjala lebih dari ratusan tahun.
Menurut Imam Ahmad, tidak ada pembatasan yang signifikan dalam jumlah rakaat tarawih, melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Imam Az-Zarqani mengkutip pendapat Ibnu Hibban bahwa tarawih pada mulanya 11 rakaat dengan rakaat yang sangat panjang, kemudian bergeser menjadi 20 rakaat tanpa witir setelah melihat adanya fenomena keberatan umat dalam melaksanakannya. Bahkan kemudian dengan alasan yang sama bergeser menjadi 36 rakaat tanpa witir (lihat Hasyiyah Fiqh Sunnah: 1/195)
Jadi sahabat bloggers, rasanya tidak perlu kita ribut hanya karna jumlah rokaat solat tarawih yg berbeda, padahal dua-duanya tetap sah untuk dilakukan, dan kalo menurut saya bukan masalah berapa jumlah rokaatnya, tapi yg terpenting adalah kualitas sholatnya, dan saya pribadi dan keluarga saya memilih melakukan sholat tarawih dengan jumlah 8 Rokaat kemudian dilanjutkan dengan witir sebanyak 3 rokaat, jadi totalnya 11 Roka’at dengan merujuk kepada hadistini:
“Nabi tidak pernah melakukan shalat malam lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.”
Dan bagi yang memilih melakukan sholat tarawih plus witir sebanyak 23 Rokaat pun silahkan saja dengan merujuk pada keterangan yg menyatakan bahwa Khalifah Umar bin Khatab pernah melakukan shalat tarawih plus witir sebanyak 23 Rokaat dan tidak ada yang menentang ataupun melarangnya, Asal dengan catatan, lakukanlah sholat tarawih sebaik dan sekhusyu mungkin.
Tapi ironisnya kebanyakan dari kita malah memilih sholat yg 23 rokaat asalkan sholatnya cepet,yang akhirnya mencari Masjid yg sholat tarawihnya terkenal ekspress dan paling cepat selesai.weleh weleh, hal yg kayak gini nih yg udah jadi tradisi yg salah,
Klo aku sih mikirnya gini “buat apa solat tarawih sebanyak 23 rokaat tapi dilakukannya dgn terburu-buru, baca suratnya ekspress karna pengen cepet selesai dan berlomba dengan masjid-masjid lainnya, yang akhirnya malah membuat kita ngga konsent n ngga khusyu serta ngga tenang, yg ada malah ngos-ngosan n capek, solat kok kayak dikejar-kejar setan?? ampe ngga napas gitu, wedewww.... jadi aku lebih milih sholat 11 rokaat tapi bisa khusyu dan damai, tidak terlalu lama dan tidak juga terlalu cepat, yaa sedang-sedang saja lah…atau kalopun mau silahkan solat 23 rokaat tapi dengan bacaan yg benar dan khusyu, tp kan kenyataannya jarang sekali yg seperti itu, fenomena lucu dimasyarakat kita ini kan sholat tarawih dijadikan ajang balapan, bahkan yg lebih parah lagi, ada yg cuman menjadikan sholat tarawih itu main-main, ada juga yg pergi sholat tarawih untuk cuci mata nyari yg bening-bening atau bagi para Ababil tuh biasanya tarawihnya buat janjian sama gebetannya, tarawih bawa hape n sambil sms-an disela-sela sholat :hammer
Ada juga yg sholat tarawihnya berjamaah di Masjid tapi sholat Isya yg hukumnya wajib malah ngga dilaksanakan atau dilaksanakan tapi ngga berjamaah di Masjid, yg kayak gini kan namanya Salah Kaprah, males dengerin kultum yg disampaikan Ustadz, bercanda-canda dan membuat kegaduhan, dan masih banyak lagi fenomena turun temurun yg sudah menjadi kebiasaan buruk di tengah masyarakat kita.
Buat sahabat Bloggers , yuk kita tekadkan bulat kita ups maksudnya kita bulatkan tekad kita untuk menjadikan Ramadhan ini sebagai kesempatan tuk meningkatkan kadar Keimanan dan Ketaqwaan kita serta meningkatkan kualitas Ibadah kita, mengikhlaskan segala bentuk ibadah kita semata hanya karna Allah SWT demi mendapat RidhoNya.
Jadi kesimpulannya adalah : Yang sholat 11 rokaat atau 23 rokaat, dua-duanya sah dan boleh dgn ketentuan tersebut diatas,
hmm trus yang salah siapa dong?? yg salah tuh yg ga solat lah :P