Rabu, 11 Desember 2013

11-12-13

Info buat para pengguna selulit eh seluler...

guys, jangan heran yah jika suatu hari kalian mengetahui sebuah fakta yang cukup mengejutkan bahwa nomor kartu sim yang pernah kalian gunakan dulu, yang kalian fikir sekarang sudah tidak aktif lagi karna sudah hangus dan mungkin simcard nya sudah dibuang entah dimana, namun kini digunakan oleh pengguna lain yang entah itu siapa kalian tidak pernah mengenalnya.

Hal ini bermula dari laporan kakak tertua saya yang tinggal di Sorowako, sebuah tempat yang berada di bagian selatan provinsi Sulawesi. Beberapa bulan lalu, dia menanyakan pada saya apakah nmr 08572045xxxx masih digunakan oleh adik saya Gomen, karna sebelumnya nomor telepon tersebut adalah merupakan nomor adik saya, makanya nomor yang diberi nama “Gomen M3” tersebut sudah tersimpan diantara rentetan contact di handphone kakak saya.

Suatu malam kakak saya tiba-tiba mendapat pesan singkat (sms) dari nomor contact tersebut, awalnya masih berupa pesan basa-basi biasa, namun semakin ditanggapi oleh kakak saya semakin pesan tersebut terasa ngawur dan tidak pantas, (isinya malah rayuan gombal yang gajebo). Sekedar informasi “kakak saya sudah menikah, sudah dikaruniai 3 orang jagoan, dan saat ini bekerja sebagai PNS yang bertugasa di Kantor Urusan Agama dengan usia hamper menginjak kepala orang eh kepala empat)

Menanggapi sms seperti itu kakak saya yang awalnya mengira bahwa itu sms dari adiknya, menjadi ragu dan berfikir “jangan-jangan bukan dengan si Gomen dia ber ‘sms’ an. Menindak lanjuti keraguannya kemudian kakak saya berinisiatif untuk menghubungi saya dan menanyakan hal itu. Menerima informasi itu saya langsung menghubungi adik saya lantas menanyakan tentang status nomor simcard tersebut, karna saya maupun kakak saya berpikir bahwa alangkah tidak mungkinnya kalau adik saya si Gomen tersebut melakukan hal nista tersebut (merayu kakak kandungnya sendiri. wkwkwk wuedan tenan dan tidak  masuk akal)

Dari situlah saya tahu dari adik saya yang kebetulan ada beberapa temannya yang bekerja sebagai operator provider, bahwa sudah banyak kejadian serupa itu, dimana nmr hape yang dulu pernah kita gunakan, sekarang digunakan oleh pengguna lain.

Jadi berhati-hatilah bagi kalian, karna para provider tidak mau rugi dengan memproduksi n0m0r sim baru, mereka me recycle/reproduksi kartu-kartu sim yg sudah dihanguskan oleh pemiliknya kemudian dijual kembali (resell) kepada pengguna baru yang membeli n0m0r tersebut (dgn nomer yg sama). Dalam hal ini saya tidak bisa menyebutkan provider apa saja yang sudah menjalankan program tersebut. namun untuk lebih jelasnya silahkan caritau dengan otak dan akalmu. dan untuk kasus yang terjadi ini kebetulan providernya adalah ind*sat.

jadi, itulah kenapa nmr hp yang dulu pernah kita gunakan kemudian kita hanguskan atau kita non aktifkan tiba-tiba sekarang aktif lagi dan digunakan oleh orang lain.

unfortunatelly, hal ini dapat mengundang pikiran jahat para penipu untuk mengelabui korbannya, misalnya dengan cara berpura-pura menjadi teman/kerabat korban, (karna korban berpikir itu msh nmr teman/kerabatnya), lalu kemudian melancarkan aksi penipuannya.

so, be aware!!! Cos it's danger!!.

sejak peristiwa itu saya coba mengingat-ngingat nomor-nomor yang pernah saya gunakan sebelumnya dan sudah saya non aktifkan/sudah tidak saya gunakan lagi, saya coba kontak nmr tersebut, dan benar saja, nomor itu masih aktif, saya hubungi dan nyambung. Disitulah pentingnya kita menginformasikan pada semua orang yang berkaitan dengan kita tentang nomor yang sedang kita gunakan saat ini dan nomor-nomor mana saya yang sudah berpindah tangan. Syukur-syukur kalo berpindah tangannya ke tangan orang yang bersih, jujur dan baik. coba kalo yang pake nomor lama kita itu orang iseng, jahil, jahat dan tidak bertanggung jawab. Yang memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan tindak criminal yang sungguh merugikan, naudzubillah, nohope banget deh. Selain itu bisa mencoreng nama baik kita juga tentunya kalau pengguna nomor itu melakukan hal-hal yang tidak semestinya dan bukan kita banget. Itu namanya merusak pencitraan dan pembunuhan karakter.

buat yang rajin gonta-ganti nomer hape, akan lebih berisiko. harus rajin-rajin konfirmasi bahwa nmr lama nya sudah tidak digunakan lagi alias sudah berpindah tangan atau berpindah pemilik. seperti yang terjadi pada teman saya, nama dan nomernya terdafar di list WA teman-temannya, tapi foto profil akun WA nya bukan foto dia, melainkan orang lain yang tidak dikenal. ya karna memang bukan dia.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang tidak kita harapkan terjadinya, karna kejahatan terjadi bukan hanya karna ada nomor, tapi juga karna ada handphone.

demikian sekilas info, semoga bermanfaat.


Filosofi Berkendara

Pada kendaraan, kaca bagian depan selalu lebih besar dari kaca spion. Karna kita harus lebih fokus menatap ke depan daripada menengok ke belakang, sesekali memang butuh untuk melihat ke belakang, agar kita berkaca pada sejarah hidup dimasa lalu, supaya kedepannya kita bisa lebih mawas diri dan berhati-hati, namun perhatian terbesar kita tetap harus kearah depan.

Hidup ini seperti roda kendaraan, kadang berputar ke atas, namun sejurus kemudian berpindah ke bawah. Kadang gemilang dengan kesuksesan, namun kemudian tenggelam kelam dalam keterpurukan.

Seperti motor/mobil,  kadang begitu cepat bergerak melesat, namun terkadang begitu lambat berjalan, layaknya waktu, kadang terasa begitu cepat berlalu, namun kadang begitu lambat ditunggu.

Tentunya kita  tidak suka jika kendaraan yang melaju didepan kita bergerak begitu lamban, rasanya tidak  sabar untuk kita maendahului, terlebih lagi jika kita sedang terburu-buru dan cepat-cepat untuk bisa segera tiba ditujuan, maka demikianlah hidup, tentunya kita tidak suka melihat orang yang lamban/lelet, apalagi kalau kelambanan itu menghalangi kita untu bisa cepat sampai pada tujuan hidup kita.

Dalam berkendara, jika kita tidak cepat dalam mengambil keputusan, maka hal itu akan berdampak bagi orang lain, kalau kita lama tertegun dalam kebimbangan, antara hendak belok ke kiri atau ke kanan, atau akan terus lurus kedepan, diam dalam kebingungan dan tidak segera mengambil keputusan, maka para pengendara dibelakang atau didepan kita akan ikut bingung antara harus terus maju atau menunggu kita melakukan tindakan, orang melihat kita ragu dan melambatkan kendaraan, namun tidak menyalakan lampu sen yang menunjukan akan kemana kita. Seperti itulah hidup, cepat atau lambat keputusan yang kita ambil, akan mempengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan.

Layaknya berkendara, berkomunikasi tanpa suara adalah hal yang sangat biasa. Tanpa kata kita harus bisa saling memahami maksud orang lain, dapat membaca arah dan pandai memperhitungkan.

Dalam berkendara, terkadang kita begitu menggebu-gebu ingin jadi yang tercepat, adrenalin kita tertantang untuk jadi yang terdepan dan tak terkalahkan. Maka seperti itu pula hidup ini. Terkadang manusia begitu berambisi untuk jadi yang terbaik dan terhebat, sehingga tak membiarkan orang lain mendahului kita.

Dalam berkendara, kita harus mempunyai tujuan,  demikianlah hidup, Hendak kemana dan hendak apakah tujuan akhir hidup kita?

Terkadang hal-hal yang tidak terduga terjadi dalam hidup, misalnya, saat ditengah perjalanan, tiba-tiba turun hujan dan kita harus berhenti dulu beberapa saat untuk mengenakan jas hujan,  kemudian melanjutkan kembali perjalanan, atau kita memutuskan untuk berhenti dulu saja dan menunggu sampai hujan reda baru kemudian melanjutkan perjalanan.

Seperti berkendara, jika kita kurang teliti, kurang persiapan matang, maka kita akan menemui kesulitan, misalnya : ketika bahan bakar kendaraan kita hampir habis namun kita tidak segera mengisi ulang, dan kemudian ditengah jalan kita kehabisan bahan bakar, sedangkan tempat penjualan bahan bakar eceran atau pom SPBU masih sangat jauh dari tempat perhentian kita, maka kita akan repot/ribet sendiri. Begitupun hidup, jika tanpa persiapan, maka kita akan kelabakan ketika dihadapkan pada kejadian-kejadian yang tak terduga.

Setiap pengendara, pasti mempunyai satu karakter yang melekat yang menjadi cirikhas dia dalam berkendara. Begitupun hidup, setiap orang pasti menggunakan caranya sendiri dalam menjalani kehidupannya.

Berkendara itu harus berhati-hati dan butuh kesadaran penuh agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan, maka demikianlah hidup, jika tidak berhati-hati menjalani hidup, maka akan sulit menghindari diri dari hal-hal yang membahayakan.
 
Lebih baik cepat/ngebut tapi yakin, daripada lambat/pelan tapi penuh keraguan, kita memang harus selalu berhati-hati, namun terkadang terlalu berhati-hati pun tidak baik.

Boleh saja melesat secepat kilat, asalkan tetap tau kapan harus berhenti, jangan sampai membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Perjalananan yang kita tempuh selama berkendara terkadang penuh liku, terjal dan berkelok tajam, tak selamanya lurus dan mulus. Maka seperti itulah kehidupan.

Begitu banyak arah yang bisa kita tempuh dalam berkendara, tapi tetap saja, belok itu hanya ada dua, ke kanan atau ke kiri. Begitu banyak arah hidup yang bisa kita tempuh, tapi tetap saja pilihannya hanya dua, kebaikan atau keburukan. Dan kita, tetap harus memilih.

Kendaraan dirancang untuk berjalan maju kedepan, bukan untuk mundur kebelakang. Bukan pula untuk diam saja ditengah jalan.  Maka demikianlah hidup, kita hidup untuk terus maju, bukan surut dan mundur kebelakang, juga bukan untuk jalan ditempat tanpa ada perubahan.
Meskipun demikian, terkadang ada suatu masa, dimana mundur kebelakang adalah jalan yang bisa menyelamatkan kita dari kebinasaan.

Orang yang dari awalnya tidak bisa berkendara, namun karna ada keinginan dan tekad yang kuat, semangat yang besar untuk bisa, mau belajar dan terus berlatih, maka pada akhirnya mampu mengendalikan kendaraan dengan baik. Memperbanyak pengalaman dan jam terbang dalam berkendara akan membuat nyali kita semakin besar dan mengikis rasa ragu.  Hidup kita pun seperti itu, ketika kita mempunyai impian, maka dibutuhkan semangat dan kemauan yang besar dalam membuat mimpi itu terwujud.

Jangan pernah berhenti mencoba, meski gagal, cobalah lagi dan lagi. Jangan menyerah, temukan apa yang menjadi penyebab kegagalan, lalu carilah solusinya, tak ubahnya mencoba menghidupkan kendaraan kita, terkadang langkahnya sudah benar, kita menekan tombol start disebelah kanan, namun tak ada respon apapun dari kendaraan tersebut, lalu kita coba tekan sekali lagi tombolnya, masih belum ada perubahan. Tidak menyerah sampai disitu, sekali lagi kita coba tekan, tapi tetap saja tidak ada perbedaan, maka kemudian kaki kita yang bekerja, menginjak dan menekan kuat-kuat selah besi sebagai cara lain menghidupkan mesin, meskipun melakukannya membutuhkan energi besar, tapi kita harus terus melakukannya. Gagal, mencoba lagi, lagi dan lagi sehingga akhirnya suara mesin terdengar menderu-deru sebagai tanda bahwa perjuangan telah berhasil.

Meskipun standard 1 sudah cukup kuat untuk menopang kendaraan agar tidak terjatuh, tetapi tak bisa dipungkiri, dengan standard 2 tetap lebih kokoh dan kuat, membuat kendaraan kita takkan mudah goyah ketika diparkir disuatu tempat.  Maka begitulah keimanan dalam hidup, semakin besar iman dan keyakinakan kita, maka akan semakin kuatlah pendirian kita sehingga takkan mudah digulingkan apalagi tergoyahkan.



Kenali kendaraanmu dengan baik, maka kau akan mudah mengendalikan dan mengendarainya. Kenali dirimu dengan baik, maka kau akan mudah mengarahkannya.

to be continued......................

Sabtu, 07 Desember 2013

Lapar yang tertunda.

Hari ini gak nulis dulu, kepala lagi agak puyeng, I just wanna lay on my bed. Mungkin karna kemaren keujanan, ah tidak, aku tak menyalahkan hujan, salahku yang membiarkan tetesan bulirnya menembus dan merembes dikepalaku.

disuruh mama beli rendang padang malah mampir ke warnet. gak papa lah, toh nasi dirumah juga belom mateng. sambil nunggu gak ada salahnya nongkrong bentar di blog. Ntar kalo ditanya kenapa lama banget beli rendangnya tinggal jawab aja “kan katanya beli rendang padang, ya wajar aja lama, wong belinya di Padang” 

Rencana hang out ke monas pun dibatalkan, karna cucian dan gosokan memang cukup layak jadi alasan atas sebuah kegagalan. Akhirnya impian tuk bisa menyaksikan pagelaran festival budaya n seni terbesar n pertama kali didunia pun kukubur dalam-dalam.

Teringat kisah hari kemarin, nonton bersama sahabat. "Sokola Rimba", Butet Manurung, sosok yang sangat menginspirasi, seorang guru yang mendedikasikan dirinya untuk mengajar di hutan pedalaman Jambi, dimana ilmu pengetahuan malah dianggap sebagai penyebab kutukan, pembawa malapetaka. Raja Penyakit. Sehingga buta huruf membuat mereka gampang untuk dibodohi, membubuhkan cap jempol pada surat perjanjian yang merugikan. Padahal wawasan merupakan senjata tajam melawan pengelabuan. Hingga akhirnya mata mereka terbuka lebih lebar dalam melihat dan memandang arti sebuah pembelajaran. 

Iri sama Butet, yang hidupnya begitu bernilai dan penuh arti bagi yang benar-benar membutuhkan. 
dia dicintai. dia diinginkan. ketiadaannya adalah sebuah kehilangan, kenestapaan dan kesedihan massal. 
Lantas bagaimana denganku? siapa aku? sudahkah aku bermanfaat bagi orang lain? Insya Allah, semoga. aamiiiiin.

"khoirunnaas, anfauhum linnaas" _sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (hadits)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...