Jumat, 12 Agustus 2011

Salah Faham

Hai Sahabat Bloggers, gimana kabarnya?? pada sehat kan?? Alhamdulillah Karna kasih sayang Allah dan berkat do'a dari sahabat semua saya sudah sehat dan dapat kembali berselancar di dunia maya dan dunia blog :)

Pengajar ilmu FIQH pernah membahas bahwa “Tidak ada hadits yang menyatakan bahwa berbukalah dengan yang manis”. Itu bukanlah hadits dan hanyalah sebuah isu yang beredar dan menjadi kesalahan sebagian besar umat muslim. Karena yang disunnahkan adalah kurma. Mentang-mentang kurma itu manis, kemudian menghubungkan dengan berbukalah dengan makanan yang manis. Tentu tidak bisa disamakan. Klopun diperintahkan untuk berbuka dengan yang manis, maka mungkin itu artinya berbukalah dengan 'saya', karna kebetulan saya manis *wadezigh


Dinyatakan bahwa berbuka itu dengan 3 tahap:

1. Berbuka dengan kurma setengah matang, terkenal dengan sebutan “Ruthab”. [tidak beredar di tanah air]

2. Jika 1 tidak ada, maka berbuka dengan kurma matang, terkenal dengan sebutan “Tamar”.

3. Jika 1&2 tidak ada, maka berbukalah dengan “air putih”. (bukan yang manis)

Tinjauan dari sudut pandang sains:

Penelitian di Cina telah berhasil memberikan suatu kesimpulan, bahwa dalam keadaan perut (lambung) kosong akan tidak baik jika memulai dengan hal yang manis. Kandungan di dalamnya akan merusak kesehatan secara “perlahan”. Sudah tentu kurma itu sangat berbeda dengan makanan manis yang lain. Dan kesimpulan menyatakan daripada makanan manis, jelas bahwa air putih itu jauh lebih baik bagi kesehatan untuk berbuka pertama kali. Lambung tidak kaget dan dinetralisir terlebih dahulu.

Dan memang sangat cocok dengan hadits berikut:

Salman bin Amir Ad Dhabiy Ash Shahabiy ra. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Jika seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air, karena sesungguhnya air itu dapat membersihkan (mensucikan).” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Dia berkata, “hadits ini hasan shahih”) Anas bin Malik berkata: “Adalah Nabi berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat (Maghrib), bila tidak ada ruthab maka dengan tamr (kurma yang matang), bila tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Daruquthni, dengan sanad shahih)

Jadi intinya: "jangan mudah menerima suatu pernyataan tanpa mengetahui seluk beluk dan asal muasal perkataan itu, harus diteliti dulu sumbernya *CMIIW

Taken From : SHSN

Senin, 08 Agustus 2011

Gain Pain

Pemberitahuan!!

Saat ini yg punya blog ini sedang sakit, nggak enak badan, meriang (sakit kepala, sakit gigi, demam, flu, batuk) jadi belom bisa beredar di dunia perblog-an dulu untuk sementara :(



Mohon do'anya agar segera disembuhkan oleh Allah SWT aamiin Yaa Robbal Aalamiin...



I miss u all...
I'll be right back after I get better :')

Jumat, 05 Agustus 2011

Indah Nama-Mu

Sohibbloggers yg dirahmati Allah :)

Kalian yg muslim tentunya sudah sangat familiar dengan Asmaul husna, bahkan saya yakin diantara kalian pasti sudah ada yg hafal akan seluruh nama-nama Allah yg indah ini, dan mempergunakannya sebagai Do’a keseharian, banyak juga diantara kita yg namanya diambil dari salah satu dari nama-nama Allah yg indah ini. Kata Asma'ul Husna berasal dari bahasa arab : Asma (Nama-nama) dan Husna (yang baik)

Nah bagi yg ingin memperdalam tentang asma’ul husna atau mungkin ingin menghafalnya diluar kepala, saya beri dukungan seratus juta persen untuk niat mulia anda, karna keagungan namanya memiliki banyak keutamaan dan manfaat, kalian bisa ketahui dari sini, sini, atau dari sini


Allah SWT berfirman: “Dia telah mengajari Adam seluruh nama” (Al –Baqarah [2]: 31)

“Dan milik Allah-lah nama – nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama – nama tersebut” (Al – A`raaf [7]: 180)

Rasulullah SAW bersabda, “Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu; barang siapa memahaminya akan masuk surga.” (Shahiih Bukhaari, Shahiih Muslim).

Tentunya dalam memahaminya tidak hanya dengan ucapan saja tetapi juga dengan perbuatan dan tingkah laku kita.

Arti dari Nama-Nama Allah dalam Asma'ul Husna

Allah

ALLAH adalah al-ism al – a`zham, nama teragung, yang mencakup semua sifat Allah.

1. Ar – Rahmaan (Maha Pemurah)
2. Ar – Rahiim (Maha Penyayang)
3. Al – Malik (Maharaja)
4. Al – Qudduus (Maha Suci)
5. As – Salaam (Maha Sejahtera, Yang Memberikan Kesejahteraan)
6. Al – Mu’min (Maha Mengaruniakan Keamanan)
7. Al – Muhaymin (Maha Memelihara, Yang Maha Melindungi)
8. Al – ‘Aziiz (Maha Perkasa)
9. Al – Jabbaar (Yang Maha Berkuasa, Maha Memaksa)
10. Al – Mutakabbir (Maha Megah, Yang Mempunyai Keagungan dan Kesombongan)
11. Al – Khaaliq (Maha Pencipta)
12. Al – Baari’ (Maha Mengadakan, Yang Merencanakan Segala Sesuatu)
13. Al – Mushawwir (Maha Pembentuk)
14. Al – Ghaffaar (Maha Pengampun)
15. Al – Qahhaar (Maha Mengalahkan)
16. Al – Wahhaab (Maha Pemberi)
17. Ar – Razzaaq (Maha Pemberi Rezeki)
18. Al – Fattaah (Maha Pembuka, Yang Menghilangkan Kesulitan dan Pemberi Keputusan)
19. Al – ‘Aliim (Maha Mengetahui)
20. Al – Qaabidh (Maha Menyempitkan)
21. Al – Baasith (Maha Melapangkan)
22. Al – Khaafidh (Maha Merendahkan, Yang Menghinakan Seseorang)
23. Ar – Raafi` (Maha Meninggikan Derajat Seseorang)
24. Al – Mu`izzu (Maha Memuliakan, Yang Memberikan Kemuliaan)
25. Al – Mudzillu (Maha Menghinakan)
26. Al – Samii’ (Maha Mendengar)
27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)
28. Al – Hakam (Maha Menetapkan Segala Hukum)
29. Al – ‘Adl (Maha Adil)
30. Al – Lathiif (Maha Halus, Maha Lembut, Maha Mengasihi)
31. Al – Khabiir (Maha Mengetahui)
32. Al – Haliim (Maha Penyantun)
33. Al - ‘Azhiim (Maha Agung)
34. Al – Ghafuur (Maha Pengampun, Maha Mengampuni)
35. Asy – Syakuur (Maha Mensyukuri)
36. Al – ‘Aliiyy (Maha Tinggi)
37. Al – Kabiir (Maha Besar)
38. Al – Hafiizh (Maha Pelestari, Maha Memelihara, Maha Melindungi)
39. Al – Muqiit (Maha Pemelihara, Maha Memberi Rezeki dan Kekuatan)
40. Al – Hasiib (Maha Penghitung)
41. Al – Jaliil (Maha Agung, Maha Tinggi dan Mulia)
42. Al – Kariim (Maha Dermawan, Maha Pemurah)
43. Ar – Raqiib (Maha Mengawasi, Maha Mengamati)
44. Al – Mujiib (Maha Mengabulkan)
45. Al – Waasi` (Maha Luas)
46. Al – Hakiim (Maha Bijaksana)
47. Al – Waduud (Maha Pecinta)
48. Al – Majiid (Maha Mulia)
49. Al – Baa’its (Maha Membangkitkan)
50. Asy – Syahiid (Maha Menyaksikan)
51. Al – Haqq (Maha Benar)
52. Al – Wakiil (Maha Memelihara, Maha Mencukupi)
53. Al – Qawiyy (Maha Kuat)
54. Al – Matiin (Maha Kukuh, Maha Sempurna Kekuatannya)
55. Al – Waliyy (Maha Melindungi, Maha Menolong dan Mengendalikan)
56. Al – Hamiid (Maha Terpuji)
57. Al – Muhshiy (Maha Pencatat, Maha Memperhitungkan Setiap Amalan)
58. Al – Mubdi’u (Maha Memulai Segala Sesuatu)
59. Al – Mu`iid (Maha Mengulangi Kejadian)
60. Al – Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)
61. Al – Mumiit (Maha Mematikan Makhluk-Nya)
62. Al – Hayy (Maha Hidup)
63. Al – Qayyuum (Maha Mandiri)
64. Al – Waajid (Maha Kaya)
65. Al – Maajid (Maha Mulia, Maha Agung dan Tinggi)
66. Al – Waahid (Maha Esa)
67. Al – Ahad (Maha Satu)
68. Ash – Shamad (Maha Dibutuhkan)
69. Al – Qaadir (Maha Kuasa)
70. Al – Muqtadir (Maha Menentukan)
71. Al – Muqaddim (Maha Mendahulukan)
72. Al – Mu’akhkhir ( Maha Mengakhirkan)
73. Al – Awwal (Maha Awal, Yang Tidak Berpermulaan)
74. Al – Aakhir (Maha Akhir)
75. Azh – Zhaahir (Maha Nyata)
76. Al – Baathin (Maha Tersembunyi)
77. Al – Waaliy (Maha Memerintah, Yang Menguasai Segala Urusan)
78. Al – Muta`aaliy (Maha Tinggi)
79. Al – Barr (Maha Baik, Maha Kebajikan)
80. At – Tawwaab (Maha Penerima Taubat)
81. Al – Muntaqim (Maha Pembalas)
82. Al - `Afuww (Maha Pemaaf, Maha Mengampuni)
83. Ar – Ra’uuf (Maha Pengasih)
84. Maalikul – Mulk (Maha Menguasai Kerajaan)
85. Dzul – Jalaali Wal – Ikraam (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemulian)
86. Al – Muqsith (Maha Mengadili)
87. Al – Jaami` (Maha Mengumpulkan)
88. Al – Ghaniiyy (Maha Kaya)
89. Al – Mughniiy (Maha Pemberi Kekayaan)
90. Al – Maani` (Maha Mencegah, Maha Menolak)
91. Al – Dhaarr (Maha Pemberi Bahaya)
92. An – Naafi` (Maha Pemberi Manfaat)
93. An – Nuur ( Maha Bercahaya)
94. Al – Haadii (Maha Pemberi Petunjuk)
95. Al – Badii` (Maha Pencipta Yang Baru)
96. Al – Baaqiiy (Maha Kekal)
97. Al – Waarist (Maha Mewarisi)
98. Ar – Rasyiid (Maha Pandai)
99. Ash – Shabuur (Maha Penyabar)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...